Anggota DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin gelar santunan anak yatim dan bagikan sembako kepada warga

Jenal Mutaqin Sebut PSBB Kota Bogor Hanya Sebatas Jargon

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wakil Ketua 1 DPRD Jenal Mutaqin mengkritik pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Kota Bogor.

Menurutnya, PSBB yang terjadi faktanya seolah-olah hanya sebatas status atau jargon saja. Ada dua kemungkinan, pertama memang masyarakat kurang paham, kedua memang kekurangan SDM untuk mengawasi kegiatan di lapangan.

“Saya sebagai wakil rakyat tentu mengikuti kebijakan pemerintah, tetapi di sisi lain bahwa saya pribadi dari awal memberikan masukan bahwa ketika tujuan PSBB adalah memutus mata rantai penyebaran corona, jangan ada pengecualian apapun kegiatan aktivitas selama 14 hari, baik pasar, stasiun dan pusat keramaian lainnya. Tapi lihat saja, pasar masih ramai, mal juga buka. Bagaimana ini?,” bebernya dalam kegiatan santuan anak yatim di kediamannya Sabtu (23/5/2020).

Ia juga berharap kepada Pemkot Bogor untuk segera mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Karena masih banyak warga belum terdata maupun mendapatkan bantuan tersebut.

“PSBB berjalan harus dibarengi oleh distribusi bantuan ke warga. Kalau urusan dapur warga sudah terpenuhi, pasti warga juga akan mematuhi PSBB dan disiplin,” pungkasya. 

Jenal Mutaqin menggelar santunan dan pembagian sembako kepada ratusan warga di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Acara ini dihadiri juga oleh Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Anggota DPRD Ahmad Aswandi, H. Azis Muslim. Hadir juga unsur Muspika dan seluruh Lurah se-Kecamatan Bogor Timur dan tokoh agama Ki Narto.

Kang Jenal sapaan akrab politisi Gerindra ini mengatakan, selain kegiatan santunan yatim piatu, digelar juga tahlil almarhum bapak mertuanya dan istighosah.

“Istighosah ini untuk kesehatan dan kesembuhan saya, karena memang saya juga baru sembuh dari sakit sekitar tiga minggu. Jadi memang hari ini tahlil dan doa bersama untuk kesembuhan saya dan para jamaah warga sekitar sini,” katanya.

Selama kegiatan, dilakukan dengan sop medis di masa pandemi Covid-19 ini, dari mulai pengukur suhu tubuh saat warga absen, chamber desinfektan dan sanitizer, serta pembagian masker untuk melakukan upaya pencegahan. Untuk kegiatan santunan, ada 27 anak yatim piatu dan 600 paket sembako yang dibagikan kepada warga.

“Alhamdulilah bulan ramadhan tahun ini saya bisa berbagi kembali dengan warga. Ini merupakan agenda rutin tahunan dan semoga bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.[] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *