Kota Bogor

Ini Keunggulan Bogor Green Room yang Bikin Pemkot Dapat Penghargaan dari Mark Plus

Bima di Mark Plus

BOGOR-KITA.com – Tidak mudah memperoleh penghargaan dari Mark Plus pimpinan ahli marketing tingkat dunia, Hermawan Kartadjaya. Berbeda dengan dengan pendekatan Muri yang ssanta kuantitatif, pendekatan Mark Plus sangat kualitatif.

Sebanyak apa pun dana dikeluarkan, jika secara kualitatif tidak memenuhi syarat kualitatif, tidak akan memperoleh penghargaan. Bahwa Bogor Green Room (BGR) Pemkot Bogor lansung mendapat penghargaan dari Mark Plus, jelas karena kualitasnya. (Baca: https://bogor-kita.com/index.php/menu-kota-bogor/1574-program-e-tourism-kota-bogor-raih-penghargaan-idsa-2015).

Apa kehebatan BGR sehingga bisa mengalahkan program sejenis dari daerah lain? Ini penjelasan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat program BGR pada Forum Masyarakat Digital, yang diselenggarakan Mar Plus di Mall Kota Casablanca, Jakarta, Rabu (5/5/2015).

Baca juga  Miris, Remaja 16 Tahun Jual Diri Rp750 Ribu

Bima memulai paparannya dengan mengungkap jumlah wisatawan yang masuk Bogor setiap pekan yang mencapai sekitar 200 ribu wisatawan. Jumlah orang sebanyak itu tentu bisa membuat Kota Bogor menjadi tidak nyaman, karena kemacetan bisa semakin parah. “Supaya wisatawan merasa puas selama berada di Bogor maka kami harus berusaha membuat suasana kota terasa lebih nyaman,” kata Bima.

Keanyamanan itu, terang Bima, antara lain bisa diukur dari kebersihan dan keamanan selain kemudahan informasi dan kemacetan lalu lintas. “Dari BGR, kami isa memantau suasana lalu lintas dan kebersihan kota, supaya bisa segera ditangani apabila ada problem,” kata Bima Bahkan walikota bisa mengetahui situasi kota hanya melalui gadget. Sebab di berbagai penjuru kota sudah terpasang sekitar 40 CCTV yang memantau seluruh pergerakan dan aktivitas masyarakat.

Baca juga  Bima Arya Presentasikan 9 Inovasi di IGA 2019

Selain itu wisatawan juga bisa mendapatkan berbagai informasi wisata Kota Bogor melalui papan informasi digital yang berada di beberapa titik keramaian. Informasi seperti itu juga bisa diakses melalui Web Kota Bogor serta akun twiter Kota Bogor. “Jadi sebelum ke Kota Bogor, dengan memanfaatkan gadget, siapapun bisa mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi Kota Bogor saat ini,” lanjut Bima.

Menjawab pertanyaan seorang juri, Bima menjelaskan, digitalisasi tidak hanya menyentuh sektor pariwisata, tetapi juga sudah menyentuh pelayanan publik dan pengaduan masyarakat. “Jadi, kalau Anda mau mengadu ke walikota, silakan gunakan twitter,” lanjut Bima. Selain itu pengaduan atau penyampaian informasi lain bisa disampaikan langsung ke SKPD terkait, karena setiap SKPD sudah mempunyai juru bicara digital yang bertugas melayani pengaduan atau keluhan warga serta permintaan informasi.   Pemaparan singkat Bima pada forum akhirnya membuahkan penghargaan, mengalahkan program digitalisasi 14 kota lain. [] Admin

Baca juga  Tidak Ada Tokoh Besar Lahir dari Pemimpin Transaksional

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top