Kota Bogor

Hari Pertama Pendaftaran Jalur Zonasi, Kuota Sekolah Favorit di Kota Bogor Langsung Full

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pelaksanaan jalur zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor dimulai pada Kamis (17/6/2021) lalu. Meski pendaftaran baru dibuka satu hari beberapa SD sudah penuh pendaftar, sehingga pendaftaran kembali ditutup pada Jum’at (18/6/2021).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Dani Rahardian mengatakan, PPDB sudah beberapa SD dilakukan monitoring, sekolah rata-rata tahap satu itu jarang peminat terutama jalur afirmasi untuk SKTM, sehingga banyak kuota yang masih kosong.

“Kemudian ada jalur guru, itu juga sedikit peminat. Kemudian ada jalur zonasi, nah ini jalur zonasi saya mendapatkan telepon dari sekolah. Tadi monitoring dan evaluasi (monev) banyak yang sekolah yang melapor bahwa kuota sudah full, sehingga sekolah harus menutup pendaftaran dan harus membuat surat pemberitahuan bahwa SD itu sudah memenuhi kuota,” ungkap Dani, Jumat (18/6/2021).

Dengan demikian, lanjut Dani, pihak sekolah saat ini diperbolehkan membuat surat pemberitahuan dalam bentuk digital. “Fisik surat besok saat ini surat bentuk digital untuk dasar menstop pendaftaran dari sistem walaupun pendaftaran tiga hari mulai Kamis (17/6/2021) hingga terakhir Sabtu (19/6/2021),” ujarnya.

Dani juga menjelaskan, beberapa sekolah favorit di Kota Bogor kuotanya sudah ada yang penuh, seperti SD polisi satu, SD Cibuluh 6, SD Papandayan dan ada beberapa lagi.

Dani menerangkan, bahwa, setelah pendaftaran ditutup, kemudian pihak sekolah akan memverifikasi data. Menurutnya Zonasi itu memiliki beberapa macam yaitu 90 persen dengan 10 persen.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SDN Polisi 1 Bogor zaenal Abidin menuturkan, penerimaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), agar tak ada penumpukan dan juga terjadi penyebaran Covid-19 saat proses penerimaan siswa didik baru.

“Sebelum melakukan PPDB dirinya telah mengatur skema agar setiap orang tua yang mendaftar dengan yang lainnya saling memberikan jarak. Semua kami lakukan sesuai dengan juklak juknis, mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia memaparkan, penerapan prokes dimulai dari pemeriksaan suhu, jaga jarak, serta mengumpulkan sebanyak 10 orang tua siswa untuk diberikan formulir. Sehingga, dalam pelaksanaanya tidak ada penumpukan orang tua calon siswa.

“Setiap penerimaan, diarahkan asal kecamatan mana, kita bagi empat wilayah termasuk Kabupaten Bogor,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top