koordinator FPR-PKBB

FPR PKBB Apresiasi Langkah Maju Pemekaran Kabupaten Bogor Barat

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Sejumlah Pemuda, Tokoh Masyarakat kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Forum Pemuda Rumpin untuk Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (FPR-PKBB) merespon positif Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor dalam rangka Persetujuan Bupati Bogor dan Ketua DPRD Bogor untuk Pembentukan Daerah Persiapan Kabupaten Bogor Barat menjadi Peraturan Daerah yang digelar Senin, (20/1/2020) di gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong.

Ridwan Darmawan, koordinator FPR-PKBB menjelaskan bahwa rapat paripurna DPRD dan sekaligus penandatanganan persetujuan pembentukan daerah persiapan Kabupaten Bogor Barat kemarin, kami sangat mengapresiasi sekali. Hal itu menurut kami sebuah langkah maju dari upaya yang sudah lama di perjuangkan oleh para penggagas awal DOB Kabupaten Bogor Barat, langkah maju juga karena ini adalah satu dari beberapa persyaratan yang dipersyaratkan oleh ketentuan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan ini juga hasil dari rekomendasi yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu sebagai tindak lanjut dari rapat konsultasi yang dilakukan Pemprov Jabar dengan Kementerian Dalam Negeri.

Antusiasme masyarakat Rumpin untuk pemekaran Bogor Barat cukup kuat bahkan sudah sangat mendesak untuk dimekarkan, perasaan dianaktirikan dan merasakan “tertinggal kereta” dari kemajuan pembangunan, infrastruktur, sumber daya manusia dari daerah lain di wilayah bogor yang lain sudah sangat dirasakan sejak lama, sehingga angin segar rencana realisasi pemekaran wilayah Kabupaten Bogor Barat sangat disambut antusias oleh masyarakat Rumpin.

Hafidz ar-Rumpiny, salah satu tokoh Pemuda Rumpin yang juga Pembina FPR-PKBB di tempat terpisah menyatakan bahwa masyarakat Rumpin sangat mendambakan pemekaran wilayah Kabupaten Bogor Barat, agar kesenjangan sosial, ekonomi antar wilayah di kabupaten Bogor segera bisa teratasi. ” Masyarakat Rumpin sudah sangat siap dan benar-benar mendambakan pemekaran Kabupaten Bogor Barat yang sudah lama di perjuangkan, kami sudah sangat siap untuk realisasi pemekaran”. Beber Hafidz bersemangat.

Terkait dengan polemik calon ibukota Kabupaten Bogor Barat yang disinggung oleh Bupati Bogor Ade Yasin saat memberikan keterangan kepada awak media pasca penandatanganan persetujuan pembentukan daerah persiapan Kabupaten Bogor Barat, yang menyatakan bahwa melihat perkembangan dan atas rekomendasi dari tokoh politikus senior ada usulan Ibu kota Kabupaten Bogor Barat dipindahkan ke Rumpin, Ridwan merespon dengan hati-hati bahwa menurutnya itu sah-sah saja, sepanjang untuk kebaikan bersama dan telah dilakukan kajian yang komprehensif serta valid tanpa pretensi kepentingan sesaat dan kepentingan kelompok tertentu boleh saja, apalagi jika alasan yang dikemukakan dihubungkan dengan peristiwa bencana yang baru saja melanda kawasan Bogor Barat, tentu sangat beralasan untuk kemudian di lakukan kajian ulang tentang lokasi ibukota yang cocok dan memenuhi unsur-unsur calon ibukota bukan hanya dari segi keamanan kebencanaan. “Terkait itu sah-sah saja, sangat mungkin untuk dilakukan kajian ulang,apalagi alasannya terkair rentan terhadap bencana, wajar karena baru saja terjadi kan”. Ujar Ridwan.

Namun Ridwan juga mengingatkan agar polemik tentang calon ibukota Kabupaten Bogor Barat tidak membuat gaduh dan justru kontraproduktif terhadap perjuangan pemekaran.

Seperti diketahui, Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor dan penandatanganan persetujuan pembentukan daerah persiapan Kabupaten Bogor Barat telah dilangsungkan dan disetujui oleh seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Bogor. Langkah ini semoga menjadi pemecutĀ  keengganan pemerintah pusat membuka “keran” Pemekaran untuk segera mencabut kebijakan moratorium pemekaran daerah, khususnya di Jawa Barat yang hingga hari ini jauh tertinggal dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah soal jumlah Kabupaten/kota yang hanya berjumlah 27 dari jumlah ideal 40 Kabupaten/kota, padahal dari kedua provinsi tersebut Jawa Barat menduduki daerah dengan populasi tertinggi bahkan se-Indonesia, keadaan tersebut menyebabkan ketimpangan yang parah.[] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *