Kota Bogor

Empat Poin Penting Disampaikan Ketua DPRD Kota Bogor Dalam Pelaksanaan PPKM Darurat

atang
Atang Trisnanto

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan empat poin penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan PPKM Mikro Darurat.

Empat poin itu disampaikan Atang dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kota Bogor yang digelar secara online di Gedung Wanita, Jumat (2/7/2021).

Menurut Atang, pertama yang harus diperhatikan adalah regulasi PPKM Darurat harus disiapkan secara baik dan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat hingga lapisan RT.

“Kita berharap bahwa sosialisasi ini bisa sampai langsung ke setiap rumah yang ada di Kota Bogor sehingga menjadi satu kesadaran bersama agar PPKM darurat ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, yaitu menekan laju penyebaran covid-19 yang begitu tinggi saat ini,” ucap Atang.

Baca juga  Ratusan PKL Lawang Seketeng-Pedati Padati DPRD Kota Bogor

Kedua, lanjut Atang terkait dengan informasi SOP untuk penanganan dan pelaksanaan isolasi mandiri (isoman).

“Dengan penuhnya ruang perawatan di rumah sakit (RS), banyak warga yang melakukan isoman. Perlu ada informasi SOP bagi warga yang isoman. SOP bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan warga lainnya dalam menjalani isoman. Termasuk pendampingan dari Satgas agar isoman bisa dilaksanakan secara benar dan optimal,” katanya.

Ketiga, Ketua DPD PKS Kota Bogor ini menyampaikan perlunya penguatan sinergi dan akselerasi di bidang kesehatan.

“Ada tiga hal krusial yang masukannya disampaikan ke DPRD. Yaitu penambahan ruang perawatan, penambahan nakes, dan penyediaan obat serta oksigen. Kebijakan yang diambil Walikota sudah mengarah kesana. Perlu langkah taktis dan cepat di level operasional,” ungkapnya.

Baca juga  Sejumlah Isu Dibahas dalam Rapat antara Pansus Covid-19 DPRD Kota Bogor dengan Bima Arya

Dan keempat, Atang menyoroti penguatan wilayah yang menjadi kunci PPKM Darurat. Peran kecamatan dan kelurahan sangatlah sentral dan harus bisa mengarahkan RW RT di wilayahnya. Sehingga tidak ada lagi kebingungan dari RT dan RW terkait SOP yang ada. Termasuk yang krusial saat ini adalah prosedur pemulasaraan jenazah bagi warga yang menjalani isoman dan meninggal di rumahnya.

Selain itu, Atang juga menyarankan agar vaksinasi bisa dilakukan di banyak tempat, tidak terpusat di satu titik saja.

“Titik vaksinasi perlu diperbanyak. Agar menghindari terjadinya kerumunan saat antrean. Saya kira perlu dipikirkan apakah vaksinasi harus jemput bola ke RW atau wilayah yang memang tinggi sekali terjadi ada kasus positif aktifnya,” ujarnya.

Baca juga  DPRD Kota Bogor Minta PDAM Tirta Pakuan Segera Perbaiki Kerusakan

Atang mengaku bahwa DPRD siap membantu pemerintah kota, TNI dan Polri dalam mensosialisasikan PPKM darurat kepada masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“DPRD siap mendorong, mendukung, dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Pemkot dan TNI serta Polri kita kuatkan sampai satu bulan kedepan untuk menghadapi ini semua,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top