Nasional

Dorong Ekonomi Warga, Pramukantor Beralih Menjadi Peternak Plasma Jalupang Bersama Dompet Dhuafa Banten

BOGOR-KITA.com, LEBAK, BANTEN -Tangguh dan penuh keberanian untuk belajar, melekat pada diri Iwan. Pria bersahaja asal Jalupang, Lebak, Banten ini mulai berkiprah di peternakan dari dua tahun lalu.

“Awalnya saya bekerja sebagai Pramukantor di Jakarta, namun tekad dan keinginan saya untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan warga sekitar terpecut kala bergabung di Umar Usman Dompet Dhuafa. Awalnya saya untuk mengelola UU Farm yang akhirnya bekerjasama dengan DD Farm. Alhasil saya bertahap membangun perekonomian masyarakat melalui manajemen peternakan”, cetus Iwan, siang ini (6/6/2024) kala diwawancari.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada 70 ekor doka yang berhasil kami kembangkan. Target tercepat adalah pemenuhan kurban untuk wilayah-wilayah yang masih kekurangan daging”, tambah Iwan.

Baca juga  Corona Jakarta 4 Juli: Tertular 223 Jadi 12.183 Orang

Dengan adanya pendampingan dari Dompet Dhuafa Banten, para penerima manfaat seperti Iwan dan kawan-kawan dapat meminimalisir dampak maupun kerugian yang ditimbulkan. Hal ini sangat wajar bagi para peternak tradisional dan pemula. Doka sangat rawan akan kematian, dari berbagai faktor seperti cuaca, virus hingga penyakit lainnya. Tidak hanya itu faktor stress akan membawa doka percepat pada kematian.

“Kami juga mengembangkan plasma di Jalupang, Lebak, Banten sebagai bagian mendorong pemerataan daging di wilayah Jalupang. Karena mengingat setiap momentum kurban, masyarakat di wilayah ini tidak ada sama sekali hiruk pikuk penyembelihan hewan kurban. Jikapun ada hanya satu ekor doka yang dipotong dan dibagikan ke ratusan kepala keluarga”, ujar Mokhlas Pidono selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten.

Baca juga  Mendagri Resmikan 3 DOB di Papua
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top