Kab. Bogor

Dirut Pasar: Rangkaian Tes Covid-19 Wujud Kasih Sayang Pemerintah

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Rangkaian tes covid-19 baik rapid atau pun tes swab di Pasar Cileungsi merupakan wujud kasih sayang pemerintah kepada warga pasar dan gratis bagi pedagang. Jadi proses rapid atau swab ini akan diberlakukan juga di pasar lainnya.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan dalam keterangan persnya Senin (15/6/2020) malam.

Seperti diketahui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor bersama stakeholder terkait kembali menggelar rapid dan tes swab di Pasar Cileungsi, Selasa (16/6/2020) ini.

Haris Setiawan mengatakan  bahwa kejadian penolakan rapid atau tes swab pada 10 Juni 2020 lalu dikarenakan miskomunikasi antara pedagang, pihak PD Pasar Tohaga, dan petugas gugus covid-19.

Baca juga  Resmi jadi Perumda, Dirut Pasar Tohaga: Semangat Baru untuk Maju

“Ketakutan pedagang akan ditutupnya kembali pasar dan kecemburuan tidak diberlakukannya aturan serupa ke pedagang luar pasar menjadi dasar kejadian tersebut. Intinya kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada pedagang,” kata Haris.

Haris menjelaskan jika rangkaian test jika dilakukan mandiri oleh masyarakat umum biayanya mencapai Rp 450.000 untuk rapid test dan mencapai Rp 2.500.000 per orang untuk swab test. Dan ini digratiskan bagi pedagang sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga pasar.

Penetapan Pasar Cileungsi menjadi klaster Covid-19 menjadi perhatian banyak pihak.

Menjadi keharusan Perusahaan Daerah Pasar Tohaga sebagai pengelola pasar rakyat di Kabupaten Bogor untuk mengambil langkah cepat dan tepat untuk menghadapi pandemi ini, bekerja sama dengan Gugus Tugas Covid Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar, serta Muspika setempat.

Baca juga  96 Kios di Bangunan Baru Blok B Pasar Cisarua Siap Ditempati

Lebih lanjut Dirut Pasar Tohaga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki wewenang menerapkan sanksi tegas untuk pedagang yang ‘bandel’ atau bagi siapa saja yang terbukti memprovokasi aksi penolakan tes. Sebisa mungkin pihaknya menjelaskan bahwa tujuan rangkaian ikhtiar untuk memutus mata rantai virus ini agar tidak ada klaster baru Corona Virus Disease 19. Menutup tempat berdagang sementara hanyalah untuk proses sterilisasi, bukan penghakiman. “Kita pun rugi jika pasar ditutup. Maksud pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor sangat baik, untuk memutus mata rantai, tidak elok rasanya jika kita tidak dukung,” pungkas Haris.

Dengan ini PD Pasar Tohaga siap untuk melakukan rapid/swab di pasar pasar rakyat dibawah pengelolaannya. “Semoga ikhtiar kita bersama ini bisa membawa hasil, dan Covid segera hilang di bumi tegar beriman dan di seluruh Indonesia,” pungkasnya. [] Hari

Baca juga  779 Pedagang Pasar Cileungsi Telah Divaksin
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top