Kota Bogor

Dedie Rachim: Medsos jadi Tantangan Penyuluh Agama Islam

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Saat ini Kota Bogor memiliki hampir 50 orang yang bertugas sebagai penyuluh agama Islam yang berstatus non-PNS. Mereka yang selama ini terus berupaya mengedukasi masyarakat muslim di Kota Bogor.

Namun bukan tanpa tantangan. Di era sekarang ini, media sosial dan teknologi informasi menjadi tantangan baru para penyuluh. Bagaimana mereka juga harus andal dalam mengelola dan menyaring informasi bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memberikan pengarahan kepada puluhan anggota Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota Bogor di Padjajaran Suite Hotel, Senin (14/6/2021) pagi.

“Ini tantangan betul buat kita semua. Bagaimana para penyuluh agama ini berada dalam posisi yang benar. Jangan kemudian berada di posisi yang sama saja dengan orang lain. Karena ini berbahaya sekali,” kata Dedie di hadapan para penyuluh.

Baca juga  PT Goodyear Bentuk Satgas Covid-19, Dedie Harap Diikuti Perusahaan Lain 

Dedie juga mengatakan bahwa tugas para penyuluh ini sangat mulia. Sehingga menurutnya, tidak ada hal yang sulit yang harus ditempuh jika mereka bisa bekerja setulus hati untuk kebaikan akidah masyarakat.

“Soal anggaran, saya pikir tidak ada yang sulit selama prosesnya untuk menambah pendapatan pada penyuluh agama ini, bisa diusulkan kepada pemerintah. Kalau mekanismenya sudah betul, apalagi sudah ada forum dan badan hukumnya tentu kita akan perhatikan,” jelas Dedie.

Hanya saja memang, meski tujuan – tujuan baik itu terus didukung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, jangan kemudian para penyuluh agama ini dijadikan sebagai sebuah pendapatan.

“Khusus untuk menjadi penyuluh agama Islam plat merah, saya fikir konsekuensinya sudah tahu. Jadi jangan dipaksakan kalau memang kemudian menganggap kompensasi dari negara kurang,” ungkapnya.

Baca juga  Dedie Rachim Minta PKL Dewi Sartika Patuhi Kesepakatan

Meski begitu, Dedie mengucap terima kasih kepada para penyuluh. Karena dari jasa mereka, Kota Bogor bisa lebih kondusif. Serta terhindar dari berbagai macam konflik yang bisa memecah belah masyarakat.

Senada dengan Dedie, Ketua FKPAI Jabar, Alwi Haidar mengungkapkan, bahwa yang namanya penyuluh baik yang PNS maupun non-PNS, secara umum mereka adalah pilar – pilar yang bisa menyampaikan visi misi pemerintah.

Terutama yang bisa menyampaikan program pembangunan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Tentunya melalui pesan – pesan keagamaan.

“Saya sangat berbangga hati bisa hadir dan bersilaturahmi dengan keluarga besar ahli agama di Kota Bogor. FKPAI sendiri adalah organisasi yang terbentuk 1 Juli 2012,” tambah Alwi.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pembina FKPAI Kota Bogor, Ade Sarmili menyatakan, peran penyuluh ini dinilai sangat penting karena mereka menjadi katalisator dan stabilisator bagi masyarakat. Terutama di tengah gempuran yang sangat luar biasa pada sisi informasi dan teknologi.

Baca juga  Dedie Minta Warga Jaga Kondusifitas Kota Bogor

“Sekarang ini kita akan sangat mudah memberikan informasi dan mendapat informasi tidak perlu fasilitator. Untuk itu kita perlu menjadi penyaring informasi hoax yang muncul di tangan jemaah kita,” kata Ade Sarmili.

Selain itu, tugas besar yang dimiliki oleh para penyuluh adalah bagaimana para mereka berkontribusi aktif untuk bersama – sama membangun Kota Bogor ke depan. Ditambah sekarang ini, Kota Bogor sedang menularkan dan menebarkan program Bogor Mengaji.

“Disisi mana penyuluh bisa ikut dalam program tersebut. Ini kegiatan hebat karena tidak ada di Indonesia yang punya kegiatan Bogor Mengaji,” katanya. [] Hari/Prokompim

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top