Kota Bogor

Ciptakan Situasi Kondusif, Pemkot Gandeng Polresta dan TNI

BOGOR-KITA.com – Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kota Bogor, Pemerintah Kota Bogor bersama Kepolisian Kota Bogor dan Dandim 0606 Kota Bogor menggelar Rapat Koordinasi. Acara berlangsung di Gedung Kemuning Gading Balaikota Bogor, Rabu (10/2/2016).

Rapat koordinasi yang diikuti unsur tiga pilar tersebutmembahas empat permasalahan yang ada di Kota Bogor yaitu kejahatan konvensional dan kejahatan ekonomi, konflik sosial, radikalisme dan terorisme serta lalu lintas. “Disamping itu juga sebagai tindak lanjut atas hasil rapat pimpinan di pusat yang mengintruksikan aparat di wilayah, baik kepolisian dan TNI,  untuk mendukung program pembangunan nasional yang disampaikan Presiden. Secara khusus program prioritas bidang ekonomi melalui 9 paket ekonomi,” papar Kapolresta Bogor AKBP Andi Herindra.

Selain itu menurut Kapolresta, isu global yang ada memiliki dampak langsung maupun tidak langsung bagi terhadap berbagai bidang, salah satunya pertumbuhan ekonomi. “Presiden  menekankan agar aparatur wilayah memberikan kemudahan dalamefisiensi birokrasi. Karenanya baik kepolisian dan TNI wajib membantu pelaksanaan intruksi yang disampaikan Presiden,” ujar Kapolresta. Selain itu, sambungnya, masih banyak lagi  permasalahan yang sudah diidentifikasi yang saat ini menjadi ancaman nyata dan berpotensi mengganggu, berupa konflik horizontal dan vertikal.

Baca juga  Pemkot Tak Berkutik di Hadapan PT KAI

Khusus kaitan radikalisme dan terorisme, kondisi Kota Bogor yang aman dan kondusif  tidak disikapi secaraunderestimate. “Dengan sistem yang kuat ditambah koordinasi, komunikasi dan sinergitas antar semua pihak, mampu mempersempit ruang gerak para oknum pengacau keamanan,” cetus Kapolresta.

Walikota Bogor Bima Arya sangat mengapresiasi rakor sebagai langkah untuk merapatkan barisan dan konsolidasi aparat di wilayah. “Perkembangan pesat yang dialami Kota Bogor memiliki dampak yang beragam. Dari semua permasalahan, salah satu penyebab yang perlu dicermati adalah faktor ekonomi dimana hal itu adalah pangkal dari mayoritas semua permasalahan. Ada pula kebijakan dan terobosan pemerintah yang berpotensi menimbulkan gesekan,” ujarnya.

Tidak ketinggalan Bima menyinggung perlunya pengamanan bagi taman-taman yang ada. “Selain itu perlu juga adanya patroli khusus gabungan antara aparatur pemerintah, kepolisian dan TNI terkait kondisi keamanan disekitar Istana Presiden yang masuk dalam zona ring satu,” tukas Bima.

Sedangkan Dandim 0606 Kota Bogor Letkol. M. Albardalam tanggapannya lebih menekankan kepada soliditas antar Pemda, Polresta dan TNI. “Jika salah satu tidak kompak maka akan pincang. Untuk itu, terkait soliditas perlu adanya pencerahan. Disamping itu juga perlunya sinergitas antar Polres, TNI dan Pemda. Lurah, Babimsa dan Polsek merupakan ujung tombak kami. Ketajaman kami berdasarkan ketajaman dari tiga unsur terendah tadi dalam memperoleh informasi dan data,” kata Letkol.M.Albar.

Baca juga  TNI, Polri dan Masyarakat, Jalan Santai dan Senam Bersama di Kebun Raya Bogor

Rakor diisi dengan diskusi terkait kondisi terkini yang dihadapi maupun potensi yang ditemui aparat pemerintah wilayah, kepolisian dan TNI di wilayah-wilayah Kota Bogor. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =

Terpopuler

To Top