Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Dedie Rachim dalam bincang dengan awak media di Jambo Kupi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (23/9/2020).

Calon Sekda Kota Bogor: Bima Arya Sebut Impor Pejabat

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Tanggal 1 Oktober 2020 mendatang, Pemerintah Kota Bogor akan memiliki sekretaris daerah yang  baru menggantikan Ade Sarip Hidayat yang memasuki masa pensiun.

Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, tim panitia seleksi (pansel) menyuguhkan tiga nama. Dari tiga nama itu Bima akan memilih salah satu.

Tiga nama itu, dua merupakan pejabat internal Pemkot Bogor, dan satu pejabat di Pemkab Bogor. Tiga nama itu adalah:

1.Firdaus, saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkot Bogor.

2.Hanafi yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Pemkot Bogor.

3.Syarifah Sofiah Dwikorawati, saat ini menjabat  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor. Sebelumnya, menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor.

Siapa yang akan dipilih oleh Bima Arya,

Satu hal Bima memastikan tidak akan berpaling dari tiga nama tersebut. Alasan Bima, panselnya luar biasa.

Baca juga  Taman Kresna Dibangun, Bima: Lapangan Bola Tetap Ada

“Luar biasa hasil pansel ini karena ada dari Kemendagri, provinsi dan para akademisi. Saya sangat merujuk hasil pansel ini,” kata Bima dalam berbincang dengan awak media di Jambo Kupi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (23/9/2020).

Bagaimana cara Bima mengambil keputusan?

“Saya akan menentukan pilihan dari hasil shalat istikharah,” ucap Bima.

Bima sempat coba menimba pertimbangan wartawan. Wartawan pun memberikan masukan.

“Mudah-mudahan hasil shalat istikharah saya sama dengan pandangan teman-teman wartawan,” kata Bima.

Bima mengatakan pula, dirinya tidak menilai dari segi nilai untuk jabatan sekda, tetapi lebih kepada chemistry serta bisa menutupi celah wali kota dan wakil wali kota.

Namum, dalam bincang dengan wartawan tersebut, Bima sempat menyebut istilah impor pejabat. “Saya jamin apapun nanti keputusannya akan bisa membuat kondusifitas ASN Kota Bogor terjaga, meski harus mengimpor pejabat,” kata Bima.

Dikatakannya lagi, “Bahkan di  masa yang akan datang kepala dinas bisa dari umum, tidak melulu harus ASN.”

Baca juga  Bima Ingin Jadikan Syarifah Ujung Tombak Penguatan Reformasi Birokrasi

Apakah penyebutan impor pejabat ini mengindikasi bahwa pilihan Bima akan jatuh ke Syarifah Sofiah yang merupakan pejabat di Pemkab Bogor?

Kita tunggu saja hasil shalat istikharah Bima. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *