Bupati Nurhayanti Serukan PNS Lakukan Revolusi Mental

830 PNS naik pangkat

BOGOR-KITA.com – Bupati Bogor Nurhayanti menyerukan kepada pegawai negeri sipil (PNS) untuk melakukan revolsi mental. Seruan tersebut disampaikan Nurhayanti dalam sambutannya pada acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat kepada 830 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Senin, (6/4/2015).

Revolusi mental adalah mengubah cara berfikir dan bertindak lebih displin dan berdikasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. “Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan hati, sepenuh hati, dengan hati-hati dan tidak sesuka hati,” kata Nurhayanti.

Bupati Nurhayanti menjelaskan, pelayanan terhadap masyarakat harus diiringi kesadaran penuh bahwa pelayanan itu adalah hak masyarakat yang melekat dalam kewajiban PNS sebagai aparatur sipil negara. Adapun cara, teknik dan sistem pelayanan yang harus dilakukan tentunya telah dijabarkan dalam prosedur standar operasional unit kerjanya masing-masing.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bogor, Aty Guniarwati mengatakan sebanyak 830 orang PNS yang menerima SK Kenaikkan Pangkat sudah berlaku terhitung mulai tanggal 1 April 2015,  dengan rincian 19 orang golongan IV, 362 orang golongan III, 388 orang golongan II, 61 orang golongan I. SK Kenaikan pangkat secara simbolis diberikan kepada Joko Pitoyo, Ilah Rokiyah, dan Nani Sumarni. [] Admin

Baca juga  Bupati Bogor Siapkan Bonus Rp100 Juta untuk Atlet Peraih Medali Emas


Bogor-Kita.com - Sejak 2010


One thought on “Bupati Nurhayanti Serukan PNS Lakukan Revolusi Mental

  1. Ayo maju indonesia

    “kesadaran penuh bahwa pelayanan itu adalah hak masyarakat yang melekat dalam kewajiban PNS…”
    Good point. Harusnya pemerintahan juga bisa semaju bank2 atau persh swata. Penggunaan layanan IT dan online harus sudah jadi STANDAR PELAYANAN.
    Yang profesional, simple dan terukur.
    Paperless harus juga diterapkan. Ga usah kebanyakan meja, syarat dan redundancy data. Pelayanan Online berbasis DATABASE harus digunakan.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *