Kota Bogor

Buka MTQ Ke-36, Bima Ingatkan Bahaya Tembakau Gorila dan Skip Challenge

BOGOR-KITA.com – Tantangan terbesar dan pekerjaan rumah yang dihadapi warga Kota Bogor khususnya dan masyarakat umumnya adalah bagaimana kita semua bisa keluar dari rutinitas dan seremonial, bagaimana cara kita membumikan nilai-nilai yang ada dalam keseharian kita. Harapan kita tentunya tidak hanya sekedar mencetak generasi yang mampu membaca dan menghafal Al Qur’an tapi juga mampu mencetak generasi yang mampu menghapalkan Al Qu’an.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka acara Musabaqoh Tilawatil Qu’ran (MTQ) Ke-36 Tahun 2017 Tingkat Kota Bogor di Plaza Masjid Agung Al Mi’raj, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (11/3/2017) dihadapan perwakilkan Muspida, perwakilan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bogor dan para peserta MTQ Ke-36.

Baca juga  Bima Apresiasi Acara Indonesia Tempo Dulu

Perkembangan zaman saat ini menurut Bima tidak selalu memberikan nilai positif tetapi juga ada efek negatif.

”Mungkin saya melihat ada dunia-dunia yang berbeda, ada dunia yang istiqomah, begitu tertib tetapi juga ada dunia lain yang mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Bima menerangkan, pemahaman terhadap agama dan keyakinan terhadap keteladanan Rasulullah SAW senantiasa diikuti keseharian manusia, semakin meriah pelaksanaan MTQ harusnya semakin sedikit tawuran, semakin intens kegiatan keagamaan juga akan semakin berkurang kemaksiatan.

“Belum lama ini saya diinformasikan ditemukannya ribuan jenis narkoba baru, salah satunya tembakau jenis Gorila. Dinamakan seperti itu karena bagi yang mengkonsumsinya akan memberikan efek seperti tertindih gorila, itu penjelasan yang saya dapat dari Pak Kapolresta. Saya tidak bisa membayangkan, anak-anak membeli pil itu hanya karena ingin merasakan tertindih gorila, efeknya yang fatal otak mengalami kerusakan tahap demi tahap,” tuturnya.

Baca juga  Bima Paparkan Tiga Manfaat Smart City

Selain itu, ancaman yang ada pada generasi muda tidak hanya sebatas itu, sudah muncul satu permainan baru yang cukup mengkhawatirkan bernama “Skip Challenge”. Dalam permainan ini seseorang ditantang untuk ditekan dadanya beberapa detik, kemudian pingsan setelah itu akan merasakan sensasi yang luar biasa. Tanpa disadari pasokan oksigen ke otak distop beberapa detik dan pasti mengakibatkan kerusakan otak.

“Karena itu saya mengajak semuanya untuk berdoa bersama-sama, semua yang kita lakukan dalam rangka melatih keikhlasan dan memperkuat keimanan kita berbanding lurus dengan apa yang dikeseharian masyarakat, sehingga Insya Allah Kota Bogor menjadi kota yang Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman),” pungkasnya. [] Admin

Baca juga  Sidak Rusunawa Cibuluh, Bima Mengaku Kecewa
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top