Kab. Bogor

Bro, Kenapa Harus Membaca Buku di Masa Pandemi?

TBM Lentera Pustaka

Oleh: Syarifudin Yunus,

Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka Bogor

BOGOR-KITA.com, TAMANSARI – Kenapa kamu harus baca?

Itu pertanyaan sederhana. Tapi sulit untuk menjawabnya. Mau dijawab sudah baca, tapi nyatanya belum. Bila dijawab belum baca, jadi nggak enak dan malu. Urusan membaca buku dan membaca realitas hidup, memang tidak sesederhana yang diucapkan atau yang dipikirkan.

Membaca buku sangat penting. Semua pasti sepakat dan tidak ada yang membantah. Karena membaca adalah sumber informasi apapun. Bertambah wawasan dan pengetahuan karena membaca. Bahkan kata orang bijak, membaca buku dapat mengubah masa depan dan menambah kecerdasan. Cara berpikir pun bisa berubah karena membaca. Setuju dong.

Makanya membaca buku sering disebut membuka jendela dunia. Entah, karena jendela itu tertutup jadi terbuka. Atau karena jendela itu jadi sebab bisa melihat dunia. Ya begitulah. Intinya, membaca buku. Jangan sampai diabaikan. Membaca buku sudah tersingkirkan. Entah disengaja atau nggak sengaja? Buktinya, banyak orang malah ramai main gawai. Bukan membaca buku.

Hebatnya, membaca buku pun tidak kenal usia. Lanjut usia, dewasa, remaja atau anak-anak boleh membaca. Tidak ada batasan apapun. Membaca bisa di mana saja dan kapan saja. Lalu kata orang pintar, membaca buku itu lebih bermanfaat daripada sekadar main gawai atau ngobrol. Tapi, kenyataannya bagaimana?

Baca juga  Rapor Merah Orang Merasa Besar, Abai Soal Kecil

Kenapa kamu harus baca?

Ini terjadi di Taman Bacaan Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Ada 160-an anak usia sekolah yang sudah terbiasa membaca buku. Seminggu 3 kali dan rata-rata per anak bisa “melahap” 5-8 buku per minggu. Makanya, mereka disebut sebagai “anak pembaca aktif”. Bukan anak yang sekadar datang ke taman bacaan tapi nggak membaca.

Hanya kemarin saat jam sekolah, sebagian dari mereka request khusus mau minta akses WiFi. Asal tahu saja, WiFi di TBM Lentera Pustaka hanya bisa diakses hanya hari Sabtu dan Minggu saja. Di luar hari itu nggak diperkenankan. Mungkin karena ada tugas sekolah, mereka harus pakai WiFi. Nah akhirnya, mereka pun diberi akses WiFi dengan syarat “membaca dulu 3 buku”. Membaca buku dulu sebelum dapat akses WiFi. Itulah cara Taman Bacaan Lentera Pustaka mendidik anak-anaknya. Kenapa harus baca? Karena membaca adalah perbuatan, bukan pelajaran.

Baca juga  Perluas Akses Bacaan, BEM KM IPB dan TBM Lentera Pustaka Buka Taman Bacaan di Balumbang Jaya

Tapi sayang, di zaman begini. Membaca buku sudah jadi kegiatan langka. Jarang dilakukan banyak orang. Drai dewasa hingga anak-anak. Karena terbuai dengan era digital. Gawai selalu di genggaman. Jadi malas membaca. Atau membaca dianggap membosankan dan tidak menghibur. Lebih keren lagi, membaca katanya online. Entah, benar atau nggak-nya?

Jadi, kenapa kamu harus baca?

Sekadar mengingatkan saja. Membaca itu perbuatan baik. Apalagi dibandingkan ngobrol ngalor-ngidul atau gosip. Ya mendingan membaca buku. Setidaknya, ada enam manfaat membaca buku di zaman begini, seperti:

1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Dari yang tadinya nggak tahu jadi tahu dan paham.
2. Dapat memperluas pemikiran. Sehingga memacu kreativitas berpikir dan pengambilan keputusan yang tepat.
3. Dapat meningkatkan hubungan sosial. Dari bacaan bisa paham realitas sosial dan cara adaptasi-nya. Apalagi membaca di taman bacaan.
4. Dapat memacu keterampilan menulis jadi lebih baik. Karena kosakata bertambah dan kemampuan berbahasa pun luas.
5. Dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi. Jadi sarana melatih lebih fokus dalam melalukan rutinitas keseharian.
6. Dapat menstimulasi Kesehatan mental. Sehat itu bukan hanya fisik. Tapi mentalitas pun harus sehat. Agar imunitas tubuh kokoh, apalagi di masa pandemic Covid-19. Riset sudah membuktikan. Bahwa membaca buku dapat merangsang kesehata mental seseorang.

Baca juga  Tentang Literasi dan Ciri Manusia Literat

Hari ini, kesehatan mental sangat penting untuk siapapun. Dan salah satu cara yang dapat ditempuh, tentu dengan membaca buku. Apalagi membaca di taman bacaan. Akan terjadi interaksi sosial, di samping bertabur kebaikan di dalamnya. jadi, membaca buku-lah. Karena membaca buku adalah perbuatan baik. Kan katanya, siapa yang menabur maka dia akan menuai hasilnya? Begitu pula saat membaca buku.

Kenapa kamu harus membaca buku?

Maka jawabnya adalah karena membaca buku. Kamu sedang berbaik hati untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Menyehatkan fisik dan mental. Lalu kenapa lebih banyak omong daripada membaca buku? Salam literasi. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top