Kab. Bogor

Bogor Salah Satu Wilayah Jumlah Petir Terbanyak Maret 2026

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Stasiun Geofisika Bandung BMKG mencatat 2.011.970 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode Bulan Maret 2026. Bogor menjadi salah satu wilayah dengan jumlah petir terbanyak.

Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan, di tanggal 28 Maret 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir sebanyak 240.613 kejadian. Sedangkan aktivitas petir terendah terjadi pada tanggal 6 Maret 2026 sebanyak 118 kejadian.

“Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, wilayah dengan jumlah petir tertinggi adalah Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Bogor,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Bandung BMKG, Teguh Rahayu, Jumat (3/4/2026).

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Baca juga  Karyawan Unitex Ikuti Sosialisasi BPJS

“Kami juga imbau masyarakat tetap waspada serta menghindari tempat – tempat terbuka dan lokasi – lokasi atau bangunan -:bangunan berpotensi menimbulkan bahaya,” ujarnya.

Ayu menjelaskan, petir adalah fenomena alam yang terjadi ketika ada perbedaan potensial listrik antara awan dan tanah atau antara awan dengan awan lainnya. Proses terjadinya petir melibatkan beberapa tahap:

1. Pengumpulan Muatan Listrik.
Awan cumulonimbus (awan badai) mengumpulkan muatan listrik positif dan negatif melalui proses gesekan antara partikel-partikel es dan air.

2. Pemisahan Muatan.
Muatan listrik positif dan negatif terpisah, dengan muatan positif berada di bagian atas awan dan muatan negatif di bagian bawah.

3. Bidang Listrik.
Perbedaan potensial listrik antara awan dan tanah atau antara awan dengan awan lainnya menciptakan bidang listrik yang kuat.

Baca juga  10 Ribu Warga Ciseeng Belum Punya BPJS

4. Loncatan Listrik.
Ketika bidang listrik cukup kuat, loncatan listrik (petir) terjadi, menghubungkan awan dengan tanah atau awan lainnya.

5. Pemanasan Udara:
Loncatan listrik memanaskan udara sekitar, menciptakan gelombang kejut yang kita dengar sebagai guntur.

Petir dapat terjadi dalam beberapa bentuk, seperti:
– Petir awan-tanah (cloud-to-ground lightning)
– Petir awan-awan (cloud-to-cloud lightning)
– Petir dalam awan (intracloud lightning)

“Petir dapat berbahaya bagi manusia dan properti, sehingga penting untuk mengambil tindakan pencegahan saat badai petir terjadi, ” tukas Ayu. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top