Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2019).

BES 2019, Diharapkan Jadi Milestone Program Multi Daerah

BOGOR-KITA.com,  BOGOR-  Borderline Economic Summit (BES) 2019 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Royal Tulip Gunung  Geulis, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2019), diharapkan menjadi milestone (langkah awal atau batu loncatan, Red) untuk banyak program dari multi daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini dikemukakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor (FE Unpak) Bogor, Dr Hendro Sasongko kepada BOGOR-KITA.com, Jumat (13/12/2019) pagi.

Gelaran BES yang digagas Bupati Bogor Ade Yasin dibuka oleh Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Sementara Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Suharso Monarfa tampil sebagai keynote speaker.

Selain Wagub Uu dan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Suharso Monarfa, hadir dalam BES Dirjen PUPR Rudi Siahaan, Direktur Prasarana BPTJ Edi Nursalam, anggota DPR RI Mulyadi, Elly Rahmad Yasin, Tommy Kurniawan.

Dari DPRD Jawa Barat hadir Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ruyat.

Para kepala daerah yang hadir meliputi Walikota Bogor Bima Arya, Walikota Depok Mohammad Idris, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Wabup Lebak Ade Sumardi, dan lainya.

Harus diingat, kata Hendro, tantangan beberapa tahun ke depan ini sangat kompleks. Dalam tatanan makro ekonomi, ada potensi resesi global, yang juga berpotensi memberi dampak ke ekonomi daerah. Sudah juga dirasakan dampak disrupsi teknologi informasi, yang harus diantisipasi dengan perubahan pola pikir, perubahan sistem serta peningkatan kapasitas dan kualitas SDM.

“Karena itu, BES 2019 ini diharapkan menjadi milestone untuk banyak program dari multi daerah, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasiponal,” kata Dr Hendro.

Hendro mengingatkan, dalam realiasinya nanti tidak muncul perdebatan kronis mengenai berbagai isu, seperti skala prioritas pembangunan, dan penetapan leader suatu program. “Di sinilah perlu peran wisdom dan jiwa besar dari para pemimpin daerah. Semoga seluruh pemimpin daerah memiliki komitmen yang sama, yaitu sama sama ingin mewakafkan hidupnya untuk membangun negara yang kita cintai ini,” kata Hendro.

BES 2019, imbuh Hendro, memang salah satu momen untuk “melunturkan” ego daerah. “Tapi juga harus diingat, bahwa tindak lanjut dari BES, itu tidak kalah pentingnya dari BES itu sendiri. Pembuktiannya adalah, apakah program program kemitraan antar daerah nanti juga tertuang dalam APBD masing masing daerah sebagai target normatif?

Misal, adanya sinkronisasi proyek proyek pembangunan infrastruktur lintas wilayah, sinkronisasi perizinan, bahkan sinkronisasi kebijakan,” tutupnya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *