Teknologi WCB

Atasi Kebakaran Hutan TNI AU Berhasil Ciptakan Teknologi WCB

BOGOR-KITA.com, SUBANG – Guna mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, TNI AU berhasil mengembangan teknologi Water Container Bombing (WCB) menggunakan bola-bola air yang dijatuhkan di lokasi yang berpotensi maupun lokasi yang mengalami kebakaran hutan atau lahan.

Inovasi baru dari TNI AU tersebut langsung diujicobakan di kawasan lahan kosong  Lanud Suryadarma Kalijati Subang. Jumat pagi (17/1/2020). Simulasi pemadaman kebakaran hutan dengan menggunakan metode Water Container Bombing (WCB) itu melibatkan dua pesawat Hercules.

Menurut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Water Container Bombing (WCB) ini merupakan bola-bola air yang terbuat dari viber dan berisi 112 liter atau 120 kg air. Dan bola-bola ini dapat dibawa menggunakan pesawat Hercules. Sekali angkut, pesawat bisa membawa 36 bola dengan total berat 10 ton.

“Dengan menggunakan satu buah bola Water Container Bombing, api bisa dipadamkan dengan radius 20 meter, dan Alhamdulillah, itu cukup efektif untuk digunakan dalam pemadaman kebakaran hutan yang sering terjadi di Indonesia,” katanya

Baca juga  Natal 2019, Gereja Paroki Salib Suci Terapkan Konsep Flores

Dikatakan KSAU, Inovasi baru ini, untuk bagaimana caranya memadamkan kebakaran di lahan gambut, dengan teknologi ini bisa memadamkan api sampai ke bawah.

“Akhirnya, pihak TNI AU melalui Litbang AU mencoba mencari solusi untuk memadamkan api sampai ke akar, sehingga kebakaran hutan dapat diatasi dengan cepat dan akhirnya kita TNI AU membuat inovasi, dengan namanya Water Container Bombing,” ungkapnya.

KSAU menambahkan, secepatnya teknologi ini akan disertifikasi oleh Lembaga Keselamatan Terbang dan Kerja (Labangja) TNI AU supaya lebih aman dan efektif saat digunakan di lapangan.

“Nanti untuk sertifikasi WCB ini dalam pelaksanaannya bekerjasama antara BPPT, Kementerian LHK, Kementerian PUPR dan pemerintah daerah” imbuhnya

Inovasi baru dari TNI AU ini juga diapresiasi baik oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Dikatakan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo dengan teknologi ini bisa menekan luas hutan/lahan yang terbakar serta nilai kerugian yang diderita.

Dibandingkan dengan tahun 2015, luas lahan dan nilai kerugian menurun secara signifikan, yaitu dari luas lahan 2,6 juta ha dengan jumlah titik api sebanyak 21.929 ha dan kerugian ekonomi 16,1 milyar US dólar dan pada periode 2016-2019 luas lahan 1,6 juta ha dan jumlah kerugian ekonomi 5 milyar US dólar.

Baca juga  BPBD Terbentuk, Siap Rangkul Tagana, Damkar, PMI

“Maka kami harap dengan adanya teknologi WCB ini bisa menambah keefektifan dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya kepada wartawan usai menyaksikan uji coba WCB di Pangkalan Udara (Lanud) Suryadarma Kalijati Subang Jawa Barat, Jum’at (17/1/2020).

Kemudian kata Doni sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, upaya ini juga akan dilakukan sebagai pencegahan terutama di lahan-lahan gambut yang sangat rawan kebakaran.

 “Teknologi WCB mengunakan bola-bola air cukup efektif membasahi lahan lebih dalam dibandingkan dengan teknologi water bombing lainnya,” tuturnya.

Hadir dalam simulasi itu Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, serta para Staf dan anggota TNI AU. [] Ahya Nurdin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *