Pengumuman DKI Jakarta kembali melaksanakan PSBB, Minggu (13/9/2020). PSBB berlaku mulai 14 September 2020 sampai dua minggu ke depan. Tampak Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung AR saat memberikan keterangan setelah pejelasan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana.

Anies Kembali “Rumahkan” Warga Jakarta

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB kali ini sama dengan PSBB tahap awal tanpa embel-embel transisi atau adaptasi kebiasaan baru. Dengan pengumuman itu maka Anies kembali merumahkan warga Jakarta.

Pengumuman pelaksanaan kembali PSBB di DKI Jakarta disampaikan Anies dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (13/9/2020). Pelaksaan PSBB itu berlaku mulai Senin 14 September 2020 sampai dua minggu ke depan.

Dipantau dari Metro TV, dalam keterangan pers, hadir Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung AR, Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana, Kepala Kejaksaan DKI Jakarta, juga juru bicara pemerintah untuk Covid-19 Prof. Drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito.

Dalam keterangannya, Anies mengemukakan latar belakang pelaksanaan kembali PSBB tanpa embel-embel transisi atau adaptasi kebiasaan baru. Yakni, karena sejak September 2020 angka tertular covid-19 di Jakarta meningkat tinggi.

Anies mengemukakan sejumlah ketentuan terkait kebijakan pelaksanaan PSBB. Pada intinya meminta warga Jakarta kembali berada atau tinggal di rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah.

Baca juga  15 April: Corona Menggeliat Kecil, Tertular  Baru 297 Menjadi 5.136 Orang

Perusahaan yang boleh beroperasi hanya 11 jenis perusahaan yang dikecualikan, antara lain  perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan kebutuhan sehari-hari, hotel dan lain sebagainya. Sementara jenis perusahaan di luar 11 jenis perusahaan yang dikecualikan, bisa beroperasi tetapi dengan persyaratan tertentu.

Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana dalam kesempatan itu mengatakan, akan menggelar operasi yustisi untuk mendukung kebijakan pelaksaaan PSBB itu.

Sedang Pangdam Jaya Dudung AR mengatakan, akan membantu kepolisian dan meminta masyarakat memahami kebijakan pelaksanaan PSBB. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *