Kab. Bogor

Ketua Komisi IV Dukung Usulan Perbaikan Puskesmas Cibeuteung Udik

BOGOR-KITA.com, CISEENG – Usulan perbaikan gedung Puskesmas Cibeuteung Udik yang diajukan Kepala Desa Cibeuteung Udik sejak hampir 10 tahun lalu akhirnya mendapat dukungan dari wakil rakyat.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, menegaskan pihaknya mendukung usulan perbaikan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

“Puskesmas yang rusak harus diperbaiki karena merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang sangat penting bagi masyarakat,” ujar Wasto, Kamis (15/10/2026).

Sebelumnya, dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) VI di Kantor Kecamatan Ciseeng, Kepala Desa Cibeuteung Udik, Bambang Indra Gunawan, mengeluhkan lambatnya respons terhadap usulan perbaikan puskesmas tersebut.

Baca juga  Bupati Nurhayanti Pimpin Rapat Pengawasan Daerah

Menurut Bambang, Puskesmas Cibeuteung Udik melayani masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Babakan, Cibeuteung Udik, dan Karihkil. Namun, kondisi sarana dan prasarana puskesmas dinilai sudah tidak memadai untuk menunjang pelayanan kesehatan.

“Tempat parkir saja sempit sehingga kendaraan harus parkir di pinggir jalan. Seharusnya puskesmas ini sudah dibangun. Sudah dua periode saya menjabat sebagai kepala desa dan mengusulkan perbaikan, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” tegas Bambang.

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ciseeng, Ade Kurniawan, mengaku sejak awal mendukung usulan renovasi Puskesmas Cibeuteung Udik.

“Tentu kami sangat mendukung dan mendorong usulan kepala desa terkait perbaikan sarana dan gedung puskesmas tersebut agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Baca juga  Bupati Bogor Perintahkan Dinkes Tracing 5 Pasien PDP

Ade menambahkan, kondisi gedung puskesmas yang sempit tidak hanya mengurangi kenyamanan pelayanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Salah satunya adalah cross infection atau infeksi silang, yaitu perpindahan mikroorganisme penyebab penyakit dari satu pasien ke pasien lainnya. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila sarana dan lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan kurang memadai,” pungkasnya.[] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top