Kesehatan

Driver Gojek di Kota Bogor Jalani Medical Check-Up Gratis, Ini Pemeriksaannya

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sebanyak 500 mitra mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kantor Gojek Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (24/8/2026).

Program tersebut merupakan kolaborasi Gojek bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta yang berbeda setiap harinya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menilai program tersebut penting mengingat para pengemudi Gojek memiliki aktivitas kerja yang cukup padat sehingga berpotensi mengesampingkan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Saya memberikan apresiasi kepada manajemen Gojek yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan juga Dinas Kesehatan Kota Bogor, memperhatikan para mitra, para driver Gojek yang saat ini mungkin tidak sempat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Dedie.

Ia berharap pemeriksaan tersebut dapat membantu para mitra mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

“Tujuannya supaya mereka juga di tengah-tengah kesibukan bekerja, paling tidak mereka menyempatkan waktu diperiksa sehingga nanti bisa ketahuan mereka punya apa, faktor risikonya apa,” ujarnya.

Baca juga  Blusukan ke Mulyaharja, Kang Jaya Akui Masih Banyak PR di Pinggiran Kota Bogor

Dedie menyebut cakupan pemeriksaan yang diberikan cukup lengkap sehingga dapat menjadi gambaran awal kondisi kesehatan para mitra.

“Termasuk tadi pemeriksaan mata, gigi, paru, darah, gula, dan semuanya. Semuanya lengkap. Kalau bahasa umumnya itu medical check-up,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedie mendorong agar program pemeriksaan kesehatan bagi mitra pengemudi dapat dilakukan secara berkelanjutan. Jika dari pemeriksaan ditemukan faktor risiko tertentu, mitra dapat melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

“Kalau ada risiko, boleh datang ke Puskesmas di Kota Bogor untuk ditindaklanjuti. Kalau punya BPJS, gratis. Itu tujuannya,” katanya.

Kepala Bidang Kerja Sama GoTo Gojek Jabodetabek, Hafizer mengatakan, khusus Kota Bogor pihaknya menyiapkan kuota sebanyak 500 mitra.

“Untuk Kota Bogor itu kita targetkan 500 mitra. Satu harinya 200 peserta. Jadi hari ini 200, hari kedua 200, hari ketiga 100,” kata Hafizer.

Baca juga  Tinjau SDN Otista yang Ambruk, Komisi IV Sebut Ini Alarm bagi Disdik Kota Bogor

Hari terakhir pelaksanaan CKG secara khusus diperuntukkan bagi mitra pengemudi perempuan. Selain pemeriksaan kesehatan umum, peserta perempuan juga mendapatkan skrining kesehatan yang membutuhkan waktu pemeriksaan lebih panjang.

Hafizer berharap CKG dapat meningkatkan kesadaran para mitra untuk menjaga kesehatan sekaligus keselamatan selama menjalankan aktivitas di jalan.

“Harapan kami, kami tetap berharap agar mitra-mitra kami tetap menjaga kesehatannya dan keselamatannya ketika berkendara, dan selalu memperhatikan kesehatan mereka agar tetap bisa pulang dengan selamat dan sehat kepada keluarga masing-masing,” jelasnya.

Hafizer menambahkan, program CKG tersebut tidak hanya menyasar mitra Gojek di Kota Bogor. Secara nasional, kegiatan serupa dilaksanakan di sekitar 15 kota besar di Indonesia melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

“Setidaknya program cek kesehatan gratis ini kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Jadi, ini ada sekitar 15 kota besar se-Indonesia, dan hari ini kita laksanakan di Kota Bogor,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan Kementerian Kesehatan bersama Gojek di sejumlah kota besar di Indonesia.

Baca juga  Lahan Usaha Digusur, PKL SMPN 19 Kota Bogor Ngadu ke Dewan

“Jadi ini proyeknya nasional, Kementerian Kesehatan kerja sama dengan Gojek. Salah satunya di Kota Bogor, setelah di beberapa kota lain,” ujar Erna.

Menurutnya, pelaksanaan di Kota Bogor menjadi tahap awal dengan target 500 mitra. Sebanyak 200 orang mengikuti pemeriksaan pada Senin, 200 orang dijadwalkan mengikuti pemeriksaan pada Kamis, sedangkan 100 peserta perempuan akan menjalani pemeriksaan pada Jumat.

“Jadi waktunya perlu lebih panjang karena sampai skrining kanker leher rahim, skrining kanker payudara,” jelasnya.

Pada hari pertama, pemeriksaan kesehatan ditangani sekitar 27 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kedung Badak. Mereka juga mendapat dukungan dari kader relawan dan mahasiswa.

Pemeriksaan yang diberikan tidak hanya menyasar satu aspek kesehatan. Para mitra dapat menjalani pemeriksaan mata, gigi, paru-paru, tekanan darah hingga kadar gula darah. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top