Kota Bogor

Kirab Budaya Tatar Sunda Bakal Dijadikan Agenda Tahunan Kota Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dan dipadati ribuan masyarakat di sepanjang jalur kirab sejauh 3,2 kilometer, mulai dari kawasan Bumi Ageung Batutulis hingga Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, Jumat (8/5/2026).

Iring-iringan kirab menampilkan beragam seni dan budaya Sunda, mulai dari pakaian adat, tabuhan kendang, alunan angklung, hingga pertunjukan tradisional yang disambut antusias warga di sepanjang rute kirab.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan bahwa Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ke depan akan dijadikan agenda tahunan sebagai upaya menghidupkan kembali semangat budaya Sunda.

“Ke depannya, acara ini akan menjadi acara tahunan supaya kita bisa pulang ke tanah kelahiran. Alam yang terang, hari yang panjang, negara yang dihormati dan sempurna,” ujar KDM

Baca juga  PD PPJ Rotasi 47 Pegawai

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil tanggung jawab penataan kawasan jalur kirab dari Batutulis hingga Lawang Surya Kencana.

“Ke depannya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penataan jalannya, penataan lampunya, trotoarnya, tamannya semua, supaya Pak Wali Kota bisa fokus pada penataan kelurahan-kelurahan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga mengungkapkan rencana penamaan kawasan tersebut menjadi Pelataran Binokasih yang terinspirasi dari sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran dan Mahkota Binokasih.

Menurutnya, Bogor merupakan pusat Pakuan Pajajaran yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah para raja Sunda, termasuk Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.

“Semangat mengembalikan nilai-nilai kesundaan itu adalah mengembalikan ke tanah airnya, mengembalikan ke airnya, mengembalikan ke jati dirinya,” jelasnya.

Baca juga  Antisipasi Corona, Camat di Kota Bogor Lakukan Pendataan di Setiap Ponpes

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk menghargai warisan leluhur dan memperkuat nilai budaya Sunda di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna, tentang bagaimana kita menghargai hasil warisan para leluhur kita,” kata Dedie Rachim.

Dedie menjelaskan bahwa Kota Bogor memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Pakuan Pajajaran dan Sri Baduga Maharaja. Menurutnya, nilai sejarah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga budaya dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.

Ia juga menyampaikan filosofi Sunda yang menjadi nilai Kota Bogor, yakni “Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga”, yang bermakna bahwa apa yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan kebaikan para pendahulu.

Baca juga  Ribuan Warga Ikuti Kirab Budaya dan Jalan Sehat

“Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kebaikan dari para pendahulu kita dan kita pun harus menanamkan kebaikan untuk generasi mendatang, jadi itu sebuah nilai filosofis Sunda yang kalau menurut saya sangat tinggi maknanya,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top