Kab. Bogor

Warga Cisarua Jadi Korban Perdagangan Orang ke Cina

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Meri, wanita Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dikirim ke Cina.

Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Januari 2025 silam. Meri ditawari kekayaan dan hidup mewah di Cina.

“Meri ini memang korban perdagangan yang dirayu, yang dibujuk oleh seseorang melalui berupa sebuah agen. Yang memang dia itu, jaringan operasionalnya itu dia menggunakan jaringan ke daerah-daerah yang mencari gadis-gadis,” kata dia di Cibinong, Selasa (3/2/2026).

“Memang ada keluguan dan dijanjikan mereka akan diberikan janji yang sangat menggiurkan,” lanjutnya.

Para pelaku door to door mencari korban yang merupakan warga kampung yang lugu dan bisa diimingi dengan mudah. Sehingga Meri menjadi salah satu korbannya.

Baca juga  Keluarga Abah Surya Minta Tim Gugus Covid-19 Segera Gelar Rapid Test

“Dia melakukan sebuah jaringan operasi itu menggunakan orang-orang yang di kampung. Untuk membujuk dan merayu.Itu disitulah kejadian Meri bisa berada di Cina,” jelas dia.

Atas bantuan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Meri akhirnya bisa dibawa kembali ke Bogor usai mendapatkan kekerasan oleh suaminya di Cina.

“Kedatangan Meri itu dari bandara jam 13 sampai di sini. Kedatangan Meri ini kita memang dalam perjuangan yang cukup panjang. Meri ini disana 1 tahun dan kita pun berjuang. Di dalam berupaya Meri untuk kembali lagi ke Indonesia itu 3 bulan,” jelas dia. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top