Bupati Bogor Ade Yasin memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Work From Home (WFH) dengan organisasi pemerintah daerah (OPD) dan camat, di Ruang Rapat Bupati Bogor, Kompleks Pemkab Bogor, Cibinong, Rabu (27/5/2020).

7 Perintah Bupati Bogor Sebelum Masuk Situasi Normal Baru

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengeluarkan 7 perintah sebelum Kabupaten Bogor memasuki situasi normal baru atau new normal.

Tujuh perintah itu dikemukakan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Work From Home (WFH) dengan organisasi pemerintah daerah (OPD) dan camat, di Ruang Rapat Bupati Bogor, Kompleks Pemkab Bogor, Cibinong, Rabu (27/5/2020).

Dalam rapat itu sempat dibahas mengenai mengapa Kabupaten Bogor tidak segera memberlakukan new normal seperti yang banyak diperbincangkan di beberapa daerah.  

Terkait hal itu, Ade Yasin mengatakan, terdapat sejumlah hal yang harus dianalisis secara hati-hati berkaitan dengan penerapan new normal.

“Pertama adalah analisis epidemiologi di mana kita harus mencermati dengan hati-hati kondisi grafik positif covid-19, apakah penurunan ini benar-benar telah terjadi atau sementara. Kemudian kita pun harus benar-benar menganalisis Reproductive number (Rt) atau tingkat penularan dari satu orang kepada yang lainnya,” kata Ade Yasin.

Dikatakan, sampai dengan tanggal 19 Mei 2020 angka Rt Kabupaten Bogor berada di kisaran 1,2 atau masih lebih besar dari satu. 

“Kita berupaya untuk menekan angka Rt sampai kurang dari satu. Kurva covid-19 tentunya akan semakin melandai, karena sudah 3 hari berturut-turut tidak ada penambahan kasus positif. Semoga dengan semakin melandainya kurva, bisa mengubah hasil penghitungan Rt menjadi 1 atau bahkan lebih kecil dari satu,” kata Ade Yasin.

Kabupaten Bogor sudah memperpanjang masa pemberlakuan PSBB sampai tanggal 29 Mei 2020.

Sampai masa PSBB berakhir tanggal 29 Mei, Ade Yasin mengeluarkan 7 perintah sebagai berikut:

1.Tetap memperketat penerapan PSBB sampai tanggal 29 Mei 2020

2.Memperbanyak uji PCR /SWAB di tempat tempat yang high risk penularan covid-19.

3.Meminta ASN untuk mulai mengurangi WFH, dan mulai melihat ke masyarakat dan bekerja menyusun konsep new normal di lingkup bidang tugasnya masing-masing.

4.Mengaktifkan gugus tugas di kecamatan, RT, RW untuk membiasakan masyarakat mengunakan masker, pola hidup bersih dan sehat atau PBHS, dan menjaga jarak aman antara satu orang dengan orang lain atau physical distancing.

5.Meminta para relawan, karang taruna, kader posyandu, TNI, Polri, ASN untuk terus menerus memasyarakatkan protokol kesehatan di semua lapisan masyarakat, juga budaya baru seperti bersalaman tanpa sentuhan dan sebagainya.

6.Meminta masyarakat melakukan penguatan antibodi, bisa dengan vitamin atau dengan tanaman obat/herbal yang merupakan kekayaan Kabupaten Bogor.

7.Menugaskan Bappedalitbang Kabupaten Bogor untuk menyusun konsep new normal di bidang kesehatan, pangan/pertanian, transportasi, pendidikan, perdagangan, pemerintahan, industri, pariwisata, UKM/UMKM dan sebagainya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *