3 Warung Sarang Mangkal PSK di Jabon, Dibongkar

BOGOR-KITA.com – Tiga bangunan semi permanen berupa warung kaki lima di Kampung Jabon Mekar, RT 1/RW 1, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung dibongkar paksa oleh jajaran Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Selasa (14/10). Pembongkaran dilakukan setelah Pemerintah Kecamatan Parung kerap menerima laporan dari warga yang mengaku resah dengan aktivitas di belakang warung-warung tersebut. Selain kerap dijadikan lokasi kongkow pemuda, tempat ini juga menjadi lokasi mangkal sejumlah pekerja seks komersial (PSK).

Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Parung, Rohayu kepada PAKAR di sela pembongkaran mengatakan, pihaknya telah melayangkan tiga surat teguran kepada pemilik, namun tidak digubris.

Dijelaskan Rohayu, warga sekitar mengaku resah dengan suara berisik yang ditimbulkan muda-mudi yang kongkow di belakang warung tersebut. Pantauan PAKAR sendiri, warung tersebut diduga hanya sebagai kedok, mengingat di belakang bangunan yang terbuat dari papan tripleks itu, terdapat sejumlah ruangan bersekat yang diduga menjadi tempat prostitusi.

Keberadaan wanita malam di Jalan Raya Parung khususnya di Desa Jabon membuat citra Parung rusak. Parung dicitrakan sebagai daerah prostitusi. Ada yang mengatakan, keberadaan Parung sebagai daerah prostitusi itu berawal dari kelakuan sopir truk yang awalnya mampir di warung pinggir jalan di daerah Parung untuk istirahat melepas lelah, sambil minum kopi. Uang yang dibelanjakan para sopir itu yang kemudian memicu munculnya para wanita, yang pada kelanjutannya menjadikan daerah itu daerah prostitusi.

Saat ini, daerah itu masih kental dengan daerah prostitusi. Namun, lelaki hidung belangnya bukan lagi sopir truk, melainkan hidung belang dari berbagai latar belakang. Jika para sopir truk dulu menggunakan warung-warung sebagai tempat melampiaskan hasrat mesumnya, maka kini para hidung belang masuk ke hotel-hotel yang belakang tumbuh di sana. Saat ini digosipkan ada dua kelompok PSK di Parung. Yakni kelompok anak baru gede (ABG) dan setengah tua (STW). Tarifnya macam-macam, mulai dari Rp 50 ribu untuk STW dan Rp 100 ribu untuk ABG, tentu saja di luar kamar hotel, dan pernak pernik biaya khas PSK. “Kami akan terus bersihkan wilayah Parung dan Jabon khususnya dari para wanita malam,” ungkap Rohayu. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *