Kab. Bogor

26 Kecamatan Di Bogor Zona Merah Rawan Bencana

Ilustrasi longsor

BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG – Wilayah zona merah rawan bencana di Kabupaten Bogor terus meningkat selama lima tahun terakhir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada 26 wilayah masuk zona merah bencana dari sebelumnya hanya 21 kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Agus Suyatna mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun ada lima wilayah baru masuk zona merah bencana.

“Wilayah tengah seperti Cibinong, Bojonggede, Sukaraja, Tajurhalang Citeureup yang sebelumnya dinyatakan zona aman bencana, dalam masa lima tahun ini masuk zona merah bencana,” ujar Agus Suyatna di Megamendung Selasa (21/5/2024).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan wilayah tersebut jadi rawan bencana. Pertama, pertumbuhan penduduk.

Baca juga  Kecamatan Cisarua Berharap Dana Samisade Cair April

“Kalau penduduknya bertambah, otomatis akan butuh juga hunian atau tempat tinggal,” ucapnya.

Kedua, proyek pembangunan yang begitu masif membuat kawasan pemukiman bergeser, dari yang tadinya sesuai peruntukan kini mereka (penduduk) mulai memenuhi kawasan terlarang.

“Dulu jarang orang buat rumah di bantaran sungai, karena memang tidak boleh, tapi sekarang sudah berjejer, akibatnya banjir,” ungkapnya.

Faktor-faktor tersebut, kata dia, yang mengakibatkan banyak wilayah baru masuk zona merah. Belum lagi ditambah pola hidup masyarakat yang memang masih belum peduli terhadap lingkungan.

“Mudah-mudahan dari 26 wilayah zona merah bencana ini tidak bertambah lagi, saya khawatir kalau tidak dikendalikan, mendset masyarakat nya tidak dirubah, semua kecamatan di kabupaten Bogor masuk zona merah rawan bencana,” bebernya.

Baca juga  Ade Yasin: Kantor Perwakilan BPN Cileungsi Permudah Layanan 7 Kecamatan

Setiap wilayah, lanjut dia memiliki karakter bencana yang berbeda-beda.

Berikut wilayah yang masuk kategori rawan pergerakan tanah antara lain Kecamatan Babakanmadang, Bojonggede, Ciawi, Cariu, Cibinong, Cigudeg, Cileungsi, Cisarua, Ciseeng, Citereup, Gunungputri, Gunungsindur, Jasinga, Klapanunggal, Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, Parung, Parungpanjang, Sukajaya, Sukamakmur, Sukaraja, Tajurhalang, Tanjungsari, dan Tenjo.

Sedangkan 14 kecamatan lainnya, masuk wilayah kecamatan yang berpotensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

“Wilayah dengan potensi banjir bandang dan aliran bahan rombakan yaitu Caringin, Ciampea, Cibungbulang, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, Kemang, Leuwiliang, Pamijahan, Rancabungur, Rumpin, Tamansari, Tenjolaya,” tandasnya. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top