Kab. Bogor

Yayasan Silih Asih Jalankan Program Mandiri Pangan

BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG – Yayasan Silih Asih yang menaungi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten, kini mulai memenuhi kebutuhan pasien dengan cara mandiri.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan ODGJ terhadap bantuan donatur, yayasan tersebut kini mengembangkan program mandiri pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan yayasan.

Ketua Yayasan Silih Asih, Nani Rohaeni, mengatakan langkah tersebut diambil karena kebutuhan makanan bagi para pasien berlangsung setiap hari. Sementara itu, bantuan dari donatur belum tentu datang secara rutin.

“Penyediaan pangan di Yayasan Silih Asih ini agar tidak keteteran. Maka dari itu, kami menjalankan program mandiri pangan,” ujar Nani, Minggu (4/10/2026).

Baca juga  Ade Yasin Lantik Direksi Perumda Tirta Kahuripan Pagi Ini

Ia menjelaskan, sebelum program tersebut berjalan, pihak yayasan cukup sering menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan pangan pasien. Kondisi itu mendorong pengelola untuk mencari cara agar sebagian kebutuhan makanan dapat dipenuhi dari hasil usaha sendiri.

Menurutnya, gagasan tersebut salah satunya datang dari Bambang Aprilianto atau Boboy yang turut membantu mengelola yayasan.

“Selama ini kebutuhan terus berjalan, sementara donasi tidak selalu rutin. Dari situlah muncul ide kreatif untuk membuat program mandiri pangan,” ucapnya

Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Yayasan mulai membudidayakan ikan dan sayuran menggunakan sistem hidroponik. Tidak berhenti di sana, pengelola kini juga mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai sumber tambahan kebutuhan pangan pasien.

Baca juga  Yayasan Silih Asih Megamendung Minta Pemkab Bogor Perluas Panti

Ia menyebutkan, modal awal pengembangan program tersebut berasal dari dana pribadi dan tabungan. Karena keterbatasan anggaran, berbagai usaha pangan itu dibangun secara perlahan sesuai dengan kemampuan yayasan.

“Anggaran pangan untuk ODGJ awalnya dari kantong pribadi, dari uang tabungan. Saat ini masih dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Program mandiri pangan tersebut hingga kini masih terus dikembangkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pasien, keberadaan program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat maupun donatur untuk ikut mendukung keberlangsungan pemenuhan pangan di Yayasan Silih Asih.

“Tentunya diharapkan bisa mengundang donatur yang mau mendukung program mandiri pangan untuk kebutuhan pasien ODGJ,” tandasnya. [] Danu

Baca juga  4 Tempat Wisata Di Puncak yang Diduga Sebabkan Banjir Disegel
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top