Kota Bogor

Satpol PP Kota Bogor Bubarkan Kerumunan Geng Motor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Satpol PP Kota Bogor menunjukkan cara humanis untuk menindak pelanggar ketertiban umum, dengan cara persuasif.

Tim yang dipimpin oleh Kabid Pembinaan Masyarakat dan Anggota pada Satpol PP Kota Bogor, Asep Faizal Rahman berhasil membubarkan geng motor di Jalan Sawojajar pada Kamis (13/1/2022) lalu.

Cara ini diakui Asep akan terus dijalankan dalam mengemban tugas barunya di Satpol PP Kota Bogor.

Asep mengatakan, awal mula saat dirinya tengah bertugas memimpin patroli, ada telepon dari Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach, bahwa ada kerumunan di Jalan Sawojajar.

“Ada laporan masuk ke pak Kasat dari masyarakat, ada sekumpulan geng motor membuat kerumunan di Sawojajar pada Kamis (13/1/2022) pukul 23.00 WIB. Kemudian tim kami bergerak, setelah dicek kemudian dicek TKP benar ada kerumunan geng motor sekitar 50 motor,” ungkap Asep, Senin (17/1/2022).

Baca juga  Ketua DPRD Kota Bogor Harap NU Terus jadi Perekat Umat

Setelah itu, lanjut Asep, dirinya segera menghampiri kerumunan tersebut dengan cara humanis, namun ada beberapa anggota Satpol PP Kota Bogor yang mendekati dirinya dan berbisik agar berhati-hati. Karena beberapa kejadian saat hendak dibubarkan mereka melakukan perlawanan dan sampai ada yang mengacungkan senjata tajam (Sajam) karena terpengaruh oleh minuman keras (Miras).

“Tetapi saya panggil yang pimpinannya, lalu diajak ngobrol soal motor yang mereka bawa, karena saya juga dahulu pernah hobi motor. Setelah suasana cair, saya memberikan arahan kepada mereka agar tidak berkerumun karena masih dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor,” jelasnya.

Setelah melakukan pembicaraan dengan geng motor, mereka akhirnya memahami dan saat itu juga mereka mengakui bahwa kumpul-kumpul di Jalan Sawojajar ini, hendak berpesta Miras. Mereka mengerti, malah mereka mengajak dirinya untuk berfoto bersama.

Baca juga  Langgar PSBB, Satpol PP Kota Bogor Segel Club 19 Lounge & KTV

“Mereka bubar secara teratur dan tidak jadi pesta miras. Mereka juga sempat mengajak saya dan beberapa petugas untuk berfoto bersama. Kami pun mengingatkan perbuatan seperti yang mereka lakukan tidak boleh diulang, karena bisa meresahkan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Cara seperti ini akan terus dilakukan dirinya, mengingat saat menjadi Lurah apapun bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan berkomunikasi yang baik.

“Saya juga dengan tim nanti perlahan akan melakukan penyuluhan kepada anak jalanan (anjal), pengamen dan badut lampu merah, agar tidak melanggar ketertiban umum. Tentunya cara persuasif,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top