Resmikan Gerai Super Indo, Bima Dinilai Tidak Memihak Tukang Sayur Keliling

Tukang sayur keliling

BOGOR-KITA.com – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dikritik karena memberikan izin kepada minimarket  Super Indo yang antara lain menjual sayur mayur segar. Kritik tersebut disuarakan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBH KBR) Prasetyo Utomo, dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor, Zentoni secara terpisah di Bogor, Jumat (19/6/2015).

Gerai Super Indo itu diresmikan oleh Bima Arya beberapa waktu lalu. (Baca: http://bogor-kita.com/index.php/menu-kota-bogor/1877-resmikan-gerai-super-indo-bima-investor-harus-ikut-dalam-mimpi-besar-kota-bogor).

Prasetyo dan Zentoni terutama menyorot pernyataan Vice President Operasional Super Indo, Wirawan Winarto, yang mengatakan, “Super Indo bertekad menjadi supermarket yang menyediakan produk-produk segar terbaik dan pilihan serta produk asli Bogor, seperti pisang dan berbagai jenis sayur".

“Pemberian izin menjual sayur segar itu berpotensi mematikan mata pencaharian tukang sayur yang terbiasa berkeliling kompleks perumahan, bahkan berpotensi mematikan pedagang sayur di pasar tradisional,” kata Prasetya yang diamini Zentoni.

Prasetyo mengemukakan, dalam Perda Minimarket Kabupaten Bogor,  ada larangan bagi minimarket untuk menjual produk sayur. “Seharusnya Pemerintah Kota Bogor meniru Perda Minimarket Kabupaten Bogor yang pro pedagang kecil,” kata Prasetyo.

Pemerintah Kota Bogor, imbuh Prasetyo, seharusnya melindungi pedagang kecil. “Super Indo itu jelas bukan tandingan dan akan melindas pedagang sayur keliling atau pedagang sayur di pasar tradisional,” kata Prassetyo lagi.

Zentoni mengimbau walikota untuk melakukan sesuatu agar kehadiran Super Indo tidak menjadi ancaman bagi pedagang sayur keliling dan pedagang sayur di pasar tradisional. [] Admin

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *