Kab. Bogor

Ratusan Peserta Etos ID Bakal Diwisuda di IYCC

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda bangsa menginisiasi program Etos ID. Program Etos ID merupakan sebuah program investasi SDM strategis melalui peningkatan (Improvement) dan pengembangan (Developement) kapasitas serta integritas pemuda sebagai penggerak pembangunan daerah menuju Indonesia Berdaya.

Sebanyak 265 mahasiswa yang mengikuti program Etos ID diantaranya 130 peserta luring dan 135 peserta daring dari 23 universitas di seluruh Indonesia bakal diwisuda sekaligus mengikuti Indonesian Youth Creaction x Cultural Conference (IYCC) bertajuk Metamorfosa Para Pembangun Bangsa di BBGP Jawa Barat, Jalan Raya Parung No.420, Kabupaten Bogor selama dua hari pada 14-15 Agustus 2022.

Adapun para peserta dari 23 universitas diantaranya Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Lampung, Universitas Jambi, Universitas Mulawarman, Universitas Palangkaraya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanudin, Universitas Tadulako, Universitas Sulawesi Barat, dan Universitas Pattimura.

Manajer Etos ID, Muhamad Saepudin mengatakan, IYCC merupakan kegiatan Lepas Juang sekaligus prosesi wisuda penerima manfaat Etos ID 2018 yang telah mengikuti program selama empat tahun. IYCC diselenggarakan dalam rangka membekali Etoser melanjutkan kebermanfaatan yang tertuang dalam profil Etos ID.

Baca juga  Bupati Prihatin Kehadiran ASN Pemkab Bogor dalam Pengajian Bulanan

“Kami ingin menguatkan semangat kepemudaan dan memperkuat pondasi serta wawasan pemuda guna menghadapi dunia pasca kampus, Sebab itulah Etos ID menghelat Indonesian Youth Creaction x Cultural Conference (IYCC), ajang KolaborAksi karya dan ide pemuda dari 23 wilayah di seluruh Indonesia. IYCC sekaligus mengukuhkan alumni Etos ID 2018,” ucap Saepudin saat konferensi pers di gedung Abdul Malik BBGP Jawa Barat, Sabtu, (13/8/2022).

Selama dua hari, kata Saepudin, para penerima manfaat akan mengikuti serangkaian kegiatan penambah kapasitas diri seperti Inspiring Leaders Talks bersama Greget Kalla Buana, Islamic Finance Specialist UNDP Shally Pristine, Head – Public Affairs, Policy, and Social Impact at Grab dan Edy Fajar Prasetyo, Founder Yayasan Inovasi Sosial Berkelanjutan Lokakarya Pasca Kampus, Cultural Event, Forum Alumni Inspiratif, dan Capacity Building.

“IYCC diharapkan menjadi momentum awal menguatkan kembali nilai kebermanfaatan LPI DD lewat proses pelantikan kelulusan penerima manfaat dan menjadi momentum mempererat ikatan penerima manfaat serta menjalin KolaborAksi dengan alumni program, tokoh, dan dapat melahirkan SDM unggul yang memiliki kesadaran penuh dan kepedulian terhadap pembangunan bangsa demi  Indonesia lebih baik di masa depan,” terangnya.

Baca juga  PPKM Mikro Kabupaten Bogor: Positif 97, Sembuh 99, Kasus Aktif Turun dari 588 Jadi 586 Orang

Sementara itu, Kepala LPI DD, Mulyadi Saputra mengungkapkan, Etos ID merupakan salah satu program beasiswa yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) berfokus pada pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan untuk meningkatkan learning outcome penerima manfaat melalui penguatan masukan, proses, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan serta pembentukan ekosistem pembelajaran inovatif.

“Sasarannya, bagi mereka lulusan SMA atau sederajat, berasal dari keluarga tidak mampu, berprestasi secara akademis, diterima di salah satu PTN yang direkomendasikan oleh Beastudi Etos,” ungkap Mulyadi.

Ditempat yang sama, salah satu mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara yang mengikuti program beasiswa Etos ID, Melisa Linarki mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Etos ID. Dirinya secara pribadi dan mewakili Etoser yang lain merasa luar biasa dalam perjalanannya mengikuti program beasiswa Etos ID selama 4 tahun.

“Bagi kami luar biasa program Etos ID, dari awal transformasi yang selama ini tidak tahu apa-apa, dari segi finansial sangat terbantu, sampai sekarang pun masih di bimbing hingga menempatkan manfaat dari dana umat. Memang manfaat itu tidak berhenti bagi diri sendiri melainkan kita juga punya amanah untuk membantu adik-adik kita dibawah agar merasakan apa yang kita dapatkan seperti pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan,” ujar wanita asal Medan itu.

Baca juga  Dosen IPB University Pertemukan Berbagai Pihak Bahas Sustainable Fisheries Hub

Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi ini mengungkapkan, target sasaran dirinya mengikuti program Etos ID, salah satunya beasiswa. Sebab, dirinya sebagai mahasiswa tentu sangat tertarik dengan beasiswa, terlebih yang menarik minatnya itu dari segi programnya Etos ID.

“Tentu kita tidak mau hanya mendapat materinya saja, tetapi kita juga mau knowledge (pengetahuan atau ilmu, red) lebih yang membedakan kita dengan mahasiswa lainnya. Sebetulnya banyak beasiswa yang menawarkan mungkin lebih dari finansialnya, tetapi sangat sedikit beasiswa yang membuat kita tumbuh lebih baik kedepannya, bermanfaat bagi orang lain seperti di Etos ID,” katanya.

Kedepan, tambahnya, setelah mengikuti program Etos ID dimanapun dirinya berada terutama ditengah masyarakat akan selalu menerapkan tiga nilai prinsip yakni Integritas, Profesional dan Transformatif.

“Ketika nanti apapun yang dihasilkan balik lagi kita punya aliran dana umat, maka kita harus kembalikan ke umat,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top