Pulau Biawak berada di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dengan jarak tempuh sekitar 28 mil laut atau sekitar 40 kilometer dari pantai utara Tirtamaya Indramayu.

Pulau Biawak, Surga Tersembunyi di Indramayu

BOGOR-KITA.com – Pulau biawak bukan Pulau Komodo. Pulau Biawak berada di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, sedang Pulau Komodo berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Namun, ada kemiripan. Di Pulau Biawak terdapat banyak biawak, sedang di Pulau Komodo banyak terdapat komodo.

Seperti Pulau Komodo, Pulau Biawak juga indah bak surga tersembunyi.  Pulau Biawak tersembunyi di Kecamatan Indramayu dengan jarak sekitar 28 mil laut atau sekitar 40 kilometer dari pantai utara Tirtamaya Indramayu, sedang Pulau Komodo tersembunyi di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pulau Komodo sudah diterima sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO, sehingga popularitasnya menjulang sampai ke mancanegara. Sedang popularitas Pulau Biawak masih terbatas. Tidak tertutup kemungkinan, masyarakat Jawa Barat pun mungkin belum banyak mengetahui atau belum pernah mendengar nama Pulau Biawak.

Namun dalam pada saatnya, Pulau Biawak diyakini akan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jabar. Hal ini terkait dengan langkah Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang meletakkan Propinsi Jabar sebagai provinsi pariwisata. Tidak kurang Rp500 miliar akan dibelanjakan Ridwan Kamil untuk membenahi destinasi wisata Jabar tahun 2019.

“Kami sudah putuskan bahwa wajah ekonomi Jabar adalah ekonomi pariwisata. Kalau kita mau jadi negara pariwisata terbaik dan terindah di dunia pasti bisa dan sangat memungkinkan. Karena Tuhan YME sudah memberikan takdir alamnya begitu indah, tinggal peradaban manusianya yang mengolah keindahan ini menjadi kesejahteraan. Inilah alasannya,” kata Ridwan Kamil dalam satu acara.

Kembali ke Pulau Biawak, belum pernah ada pihak yang coba memperbandingkan mana lebih indah, lebih eksotis, dibanding Pulau Komodo.

Tetapi seorang wisatawan yang sudah pernah berkunjung, mengatakan begini, “Sayang orang lebih dulu mengetahui Pulau Komodo ketimbang Pulau Biawak.”

Kalimat ini menyiratkan bahwa, seandainya orang lebih dahulu mengetahui Pulau Biawak ketimbang Pulau Komodo maka mungkin Pulau Biawak yang ditetapkan UESCO sebagai situs warisan dunia.

Walau popularitasnya belum semenjulang Pulau Komodo, tetapi saat ini sudah banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Biawak.

Tidak kurang ratusan orang antre untuk bisa menyeberangi semenanjung Indramayu agar bisa menjejakkan kaki di Pulau Biawak. Tidak hanya itu, ratusan orang terpaksa masuk waiting list. Bukan karena tidak boleh menyeberang, melainkan karena masih kurangnya alat penyeberangan, seperti speedboat maupun kapal penyeberangan yang operasional setiap hari.

Pemerintah Kabupaten Indramayu hanya memiliki dua kapal penyebrangan bantuan dari Pemprov Jawa Barat berkapasitas 30 orang dan 10 orang. Kedua kapal ini hanya dioperasikan setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tarif Rp290 ribu per orang. Memang bisa menyewa perahu motor nelayan, harganya Rp2 juta per 10 orang.

Dengan kapal milik Pemkab Indramayu, pengunjung bisa menyeberang ke Pulau Biawak dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam, sedangkan dengan perahu motor sekitar 4 jam. Bedanya perahu motor bisa disewa kapan saja atau tiap hari.

Kita berharap, setelah Ridwan Kamil turun, semakin mudah orang berkunjung ke Pulau Biawak. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *