Kota Bogor

Porsi MBG jadi Sorotan, SPPG La Isola Batutulis Tegaskan Utamakan Kualitas dan Gizi

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batu Tulis angkat bicara terkait sorotan publik terhadap kualitas menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihaknya memastikan setiap makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat telah memenuhi standar premium, aman dikonsumsi, dan memiliki kandungan gizi sesuai ketentuan.

Legal SPPG La Isola Batu Tulis, Agus Murianto, menegaskan bahwa penilaian terhadap kualitas MBG tidak tepat jika hanya dilihat dari ukuran atau banyaknya porsi. Ia menyebut, kualitas bahan baku, kandungan nutrisi, serta proses produksi yang higienis jauh lebih penting dibanding sekadar tampilan fisik.

“Ukuran bukan satu-satunya tolak ukur. Percuma besar tapi kualitasnya rendah atau mengandung pengawet. Produk kami dibuat fresh, hari ini diproduksi dan besok langsung didistribusikan. Semua menggunakan bahan premium,” ujar Agus di Bogor, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, keikutsertaan SPPG La Isola Batu Tulis dalam program ini bukan didasari orientasi bisnis semata, melainkan komitmen mendukung program strategis pemerintah dalam mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas.

Baca juga  Masih Ada Warga Kota Bogor Buang Air Besar Sembarangan

“Kami tidak mengejar profit. Fokus kami bagaimana program ini berjalan sukses dan memberi manfaat maksimal,” tegasnya.

Selama bulan Ramadan, menu yang disajikan berupa makanan kering mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Agus menjelaskan, makanan matang memiliki daya tahan terbatas, sehingga pilihan menu kering dinilai lebih aman untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Makanan matang hanya bertahan sekitar tujuh jam. Karena itu, sesuai arahan BGN, kami sajikan makanan kering. Namun tetap dengan kualitas premium,” jelasnya.

Terkait adanya keluhan dari sebagian orang tua mengenai porsi yang dinilai kecil, Agus menilai hal tersebut lebih kepada perbedaan persepsi. Ia menekankan bahwa komposisi menu telah dihitung oleh tenaga ahli gizi sesuai kebutuhan kalori dan nutrisi penerima manfaat.

Baca juga  Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Bogor Tutup Pedestrian SSA di Seputaran KRB

“Kadang yang dilihat hanya besar atau kecilnya. Padahal perhitungan gizi ada standarnya dan ditangani ahli gizi. Kami memastikan yang diberikan adalah yang terbaik,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen membuka ruang evaluasi dari masyarakat. Agus mengaku melakukan pengawasan rutin terhadap kebersihan dapur dan kualitas produksi, bahkan di luar jam kerja.

“Kritik dan saran selalu kami terima. Saya cek langsung prosesnya, kapan pun diperlukan. Kebersihan dan kualitas jadi prioritas sebelum tim selesai bekerja,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan skema anggaran program MBG, yakni Rp8.000 per porsi untuk siswa SD kelas kecil dan Rp10.000 untuk dewasa. Menurutnya, makanan kering kerap terlihat sederhana, namun memiliki nilai ekonomi dan kandungan gizi yang signifikan.

“Contohnya susu, satu kemasan bisa mencapai Rp6.000. Jadi meski terlihat kecil, nilainya besar. Ini yang kadang belum dipahami masyarakat,” terangnya.

Berbeda dengan sejumlah penyedia lain yang menerapkan sistem distribusi rapel, SPPG La Isola Batu Tulis memastikan penyaluran dilakukan setiap hari dengan produk yang baru diproduksi.

Baca juga  Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG Batutulis Klaim Proses Masak Sudah Sesuai SOP

“Di tempat kami tidak ada sistem rapel. Distribusi rutin setiap hari dan semuanya fresh,” tegasnya

Dalam penyusunan menu, ahli gizi memegang peran utama. Meski demikian, manajemen tetap melakukan kontrol kualitas bahan baku yang digunakan.

“Kami pastikan bahan yang dipakai premium. Roti misalnya, menggunakan standar seperti Holland Bakery tanpa bahan pengawet. Kurma juga kami pilih kualitas terbaik,” jelasnya.

Saat ini, SPPG La Isola Batu Tulis mengoperasikan tiga dapur produksi yang masing-masing melayani sekitar 2.000 penerima manfaat. Program tersebut juga menyerap sekitar 150 tenaga kerja.

“Bagi kami ini bukan sekadar usaha, tetapi bagian dari kontribusi untuk masa depan bangsa. Anak-anak yang dipersiapkan menuju Indonesia Emas harus mendapatkan asupan terbaik,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top