Kab. Bogor

Persikabo 1973 Latihan Fisik, Persebaya dan Persis Kirim Surat Minta Kejelasan Kompetisi

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sejak tragedi Kanjuruan yang menewaskan 136 suporter pada 1 Oktober 2022, praktis Kompetisi Liga 1 Indonesia 2022/2023 dihentikan. Nah, selama liga libur, para pemain Persikabo 1973 tetap berlatih fisik, sedangkan pengurus Persebaya Surabaya dan Persis Solo mengirim surat kepada PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB), mempertanyakan kelanjutan Liga 1 musim ini.

Dimas Drajad dan kawan-kawan dari Laskar Padjadjaran, mengisi waktu kosong kompetisi dengan berlatih yang menekankan kepada fisik. Selain latihan di arena kebugaran, mereka juga latihan fisik memakai lapangan.

Pelatih Djadjang Nurjaman meminta pemain tetap menjaga kebugaran, agar jika nanti kompetisi kembali diputar tidak perlu kerja keras untuk mengangkat tingkat kekuatan fisik seperti yang diharapkan.

Baca juga  Mengisi Kemerdekaan Dengan Mengimplementasikan Pancasila

“Alhamdulillah anak-anak semangat dan disiplin latihan fisik,” ungkap Djanur. “Menjaga kondisi fisik agar stabil sangat penting, karena dengan begitu mereka bisa menjalani strategi permainan yang diinstriksikan pelatih,” sambung Djanur.

Sementara itu, Pengurus Persebaya Azrul Ananda dan pengurus Persis Solo Kaesang Pangarep mengadakan pertemuan di Solo, Senin (24/10/2022). Kedua klub ini sepakat untuk menyurati PSSI dan LIB guna meminta kejelasan tentang kelanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia musim ini.

“Di luar segala permasalahan tragedi itu, kan kita juga harus memikirkan ke depannya, harus seperti apa sebagai klub,” kata Azrul usai pertemuan tersebut.

“Kami berharap Persis sebagai salah satu klub masa depan, kami bisa sharing. Kami bicarakan apa yang dialami. Bicara dengan mas Kaesang dan mas Kevin. Apalagi Solo dan Surabaya sama-sama dipakai untuk piala dunia,” tambah Azrul.

Baca juga  RS EMC Sentul Teken Kerjasama dengan Persikabo Beri Perlindungan Pemain

Kedua klub inui sama-sama sepakat ada perbaikan di sepak bola Indonesia. “Kami mendukung kebaikan sepak bola Indonesia, kalau itu harus KLB ya KLB. (Harapan) Kami yang utama adalah memang harus perbaikan, kami setuju itu,” tegas Azrul.

“Satu hal yang tidak kalah penting yakni liga harus terus berjalan. Itu yang lebih urgent karena menyangkut pemain, kelangsungan klub-klub. Dua-duanya sama urgent karena berkaitan. PT LIB itu kan perusahaan, ketika pengurusnya tersangkut urusan, klub pemegang saham harus memikirkan what’s next-nya,” tambahnya.

Sedangkan Kaesang mengungkapkan, upaya tersebut dilakukan untuk perubahan sepak bola yang lebih baik. “Pasti harapannya liga jauh lebih baik ke depan. (Akibat dihentikannya liga) yang masih punya duit masih bisa gaji pemain, kalau liga dua udah pada teriak-teriak, liga tiga apalagi,” kata Kaesang.

Baca juga  Tim Fasilitasi TJSL dan Korindo Akan Bangun Hutan Kota Kedua di Kabupaten Bogor

Menurut Kaesang, dirinya sudah komunikasi serupa dengan klub lain, di antaranya Bali FC, RANS Nusantara, dan Barito Putera. [] Anto

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top