Kab. Bogor

Perjuangan Zentri Hartanti , Guru Honorer di Kampung Cijantur Rumpin

Zentri Hartanti

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Bogor pada 3 Juni 2022 kemarin genap berusia 540. Di balik kemeriahan Hari Jadi Bogor ke 540, ada sosok perempuan yang peduli terhadap pendidikan. Namanya Zentri Hartanti, sudah lima tahun dia menjadi guru honorer di kelas jauh di SDN Kadusewu di Kampung Cijantur RT05/06, Desa Rabak Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Zentri Hartanti memerlukan 1 jam perjalanan dari rumah ke sekolah tempat dia mengajar. Tak hanya itu, dia harus menempuh akses jalan yang curam dan terjal. Perjuangannya itu pun, tidak sebanding upah yang ia terima satu bulannya menjadi seorang honorer.

“Mulanya saya ngajar di sini, sebenarnya panggilan jiwa saja. Sebab, saya waktu sekolah dasar diajak ke sini oleh guru. Cuma waktu itu kaget banyak anak yang tidak bersekolah,” kata Zentri Hartanti, saat ditemui di lokasi.

Baca juga  Ini 7 Isu Strategis yang akan Diangkat dalam Borderline Economic Summit

Tempat dia mengajar, berada di lokasi dataran paling tinggi di sekitaran Kecamatan Rumpin yang menjadi perbatasan dengan Kecamatan Cigudeg.

Di kala musim hujan, Zentri Hartanti harus ekstra hati-hati untuk berjalan kaki sepanjang satu kilometer. Sebab, kondisi akses jalan yang licin.

“Kalau musim hujan saya jalan kaki. Motor juga saya taruh di kampung sebelah, karena kalau memaksakan suka jatuh, karena akses jalan setapak yang licin,” terang Zentri Hartanti.

Zentri sapaan akrabnya mengaku, sebelum dibukanya akses jalan oleh TMMD, memang saat itu sangat terjal. Tapi kali ini, sudah ada peningkatan, sehingga kendaraan roda dua sudah masuk.

“Meski begitu, tetap kalau musim hujan saya taruh motor. Karena untuk menuju sekolahan kelas jauh, saya menggunakan akses ke kampung lain,” terang Zentri.

Baca juga  Para Profesor Turun Gunung Melalui Program Guru Besar IPB University Mengabdi

Zentri tak sendiri, ia mengajar bersama 4 rekan gurunya yang juga sama-sama tenaga honorer. Zentri sendiri mengajar murid kelas dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan jumlah murid sebanyak 160 siswa dan siswi.

“Dulu saya ngajar menerima upah Rp250 ribu, naik hingga saat ini sampai Rp1 juta. Itu upah sebagai honorer setiap bulan,” terang Zentri.

Zentri bersyukur Kampung Cijantur saat ini banyak perubahan dan sudah mulai sadar terhadap pendidikan. Bahkan, saat ini ada sekolahan SMP terbuka di Kampung Cijantur.

“Allhamdulilah saat ini sudah mulai sadar terhadap pendidikan. Sekolahan SDN kelas jauh, ada juga sekolahan SMP terbuka,” terang Zentri.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kadusewu, Halimi mengaku, di sekolah kelas jauh semuanya tenaga honorer belum ada P3K atau PNS.

Baca juga  Pohon Beringin Tua di Gunung Putri Tumbang

“Semuanya yang ngajar honorer. Bahkan gedung sekolahan yang rusak itupun bakal diperbaiki oleh donatur,” terang Halimi. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top