Kota Bogor

Pemkot Bogor gelar Workshop Standarisasi Pengelolaan Medsos

BOGOR-KITA.coim – Saat ini teknologi semakin berkembang dan internet menjadi alat paling penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, semua kalangan mengakses internet untuk keperluannya masing-masing. Untuk itu, dibutuhkan literasi internet atau literasi digital agar bisa menyaring informasi dengan baik dan benar.

Hal ini ditekankan Dosen Komunikasi Universitas Padjajaran, Syauqy Lukman yang juga Kepala Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjajaran saat menjadi narasumber workshop “Standarisasi Pengelolaan Media Sosial di lingkungan Pemerintah Kota Bogor” di Hotel New Ayuda, Cipayung, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019).

Kemudahan dalam mengakses internet kata dia, harus disertai dengan kemampuan para penggunanya untuk menyaring informasi dengan baik dan benar. Sebab, internet tidak secara otomatis menyaring konten negatif.

Baca juga  Liga Champions Dimulai: Newcastle Siap Permalukan Milan di San Siro, Harry Kane Hadapi Manchester United

Menurutnya, internet juga dapat mengubah hidup. Seperti cara berkomunikasi, mencari informasi, berinteraksi, berbelanja, mencari jodoh, menemukan nilai dan mencari kebenaran.

Dia menyebutkan, berdasarkan data Januari 2019, dari 268,2 juta penduduk di Indonesia ada 355,5 juta orang atau 133 persen dari jumlah penduduk menggunakan gadget, pengguna internet aktif ada 150 juta orang dan pengguna media sosial aktif 150 juta orang.

“Manusia zaman sekarang ini lebih banyak menghabiskan waktunya menggunakan sosial media atau 8 jam lebih rata rata,” ujarnya.

Saat ini tantangannya adalah tsunami informasi. Sebab, siapa saja bisa jadi sumber dan melepas informasi ke jagat internet dan orang lain bisa mengambilnya.

“Persoalannya saat ini masih kurangnya literasi internet karena masih banyak berita yang tidak benar atau hoaks. Itu tidak baik jika konten itu berkaitan dengan kedinasan di pemerintahan. Jadi kecerdasan literasi itu penting,” tuturnya.

Baca juga  Pemkot Bogor Komitmen Tingkatkan KLA

Potensi media sosial bisa digunakan untuk mempublikasikan potensi kota, menyampaikan data dan informasi relevan, seperti info kemacetan lalu lintas di dishub, agenda imunisasi dari dinkes, PPDB dari Disdik.

Selain itu, akun sosial media dan website kedinasan bisa menjadi sumber informasi resmi yang terpercaya dan diandalkan, bisa menjadi alternatif komunikasi warga dengan kedinasan, meningkatkan kebanggaan stakeholder internal kedinasan dan harapannya dengan warga. “Jadi eksistensi di dunia maya itu sangat penting bahkan bagi kedinasan,” ujarnya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top