Kab. Bogor

Pemkab Bogor Gelar Workshop Inovasi, Transfer Knowledge Menuju Kabupaten Terinovatif di Indonesia

Workshop inovasi daerah tahun 2021  bertajuk “Budayakan Inovasi Pancakarsa untuk Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Bogor“ yang digelar di Hotel Green Peak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (1/4/2021).

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Pemerintah Kabupaten Bogor persiapkan diri menuju Kabupaten Terinovatif di Indonesia. Persiapan tersebut dilakukan dengan menggelar acara workshop inovasi daerah tahun 2021  bertajuk “Budayakan Inovasi Pancakarsa untuk Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Bogor“ yang digelar di Hotel Green Peak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (1/4/2021).

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Dr Rini Kusumawati, dalam  catatan workshop yang disampaikan kepada BOGOR-KITA.com, Minggu (4/4/2021) mengatakan, workshop tersebut menghadirkan 4 ahli sebagai nara sumber.

Yakni Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri, Dr Drs A Fatoni, M.si, Deputi Penguatan Inovasi Kemenristek Dr Ir Erry Ricardo Nurzal, M.t., M.p.a., Ketua Tim Penilai Gelar Inovasi Daerah tahun 2021 yang juga peneliti LIPI, Prof Dr Ir Nurul Taufiqu Rahman, M.Eng, Phd,  dan  Rektor IPB University Prof Dr Ir Arif Satria.

Seluruh camat dari 40 kecamatan, seluruh atau 33 kepala perangkat daerah, dan para staf ahli di Pemerintahan Kabupaten Bogor menghadiri secara langsung worshop tersebut.

Baca juga  Anggota DPR RI Neng Eem: Wakaf Perlu Manfaatkan Teknologi Blockchain

Sementara sebanyak 200 peserta dari Balitbang se-Jawa Barat dan se-Indonesia mengikuti secara daring. Woprkshop juga disiarkan secara live melalui facebook dan youtube sinova jelita.

Rini Kusumawati mengatakan, acara ini merupakan bagian dari tahapan kegiatan gelar inovasi daerah tahun 2021 sekaligus sebagai implementasi dari Peraturan Bersama Menteri Negara dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia nomor 3 tahun 2012 dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia nomor 36 tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) serta Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

Menurut Rini, workshop dilatarbelakangi pemikiran bahwa budaya inovasi di Kabupaten Bogor harus dibangun dengan semangat kolaborasi dan kompetisi melalui inovasi.

“Oleh karena itu, seluruh stakeholder di Kabupaten Bogor bersinergi secara bersama-sama untuk memberikan dukungan melalui kreativitas berinovasi yang selaras dengan program pancakarsa baik dalam bentuk inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik maupun inovasi bentuk lainnya sesuai kewenangan daerah,” kata Rini.

Baca juga  Jokowi Targetkan 10 Ribu Hektare Lumbung Pangan di Sumba Tengah

Melalui workshop, imbuh Rini, diharapkan dapat mendorong  transfer knowledge dan sharing inovasi dalam rangka meningkatkan kreativitas berinovasi baik berupa discovery maupun invention/replikasi serta menumbuhkembangkan budaya kerja inovatif dengan berpedoman pada prinsip efisiensi dan efektivitas dan agar para peserta dapat mendukung upaya pencapaian Kabupaten Bogor menjadi kabupaten terinovatif peringkat pertama di Indonesia melalui penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) dan penghargaan anugerah pemerintah daerah inovatif (budhipraja) melalui inovasi yang dimiliki beserta komponen pendukungnya.

Selain itu, juga untuk menyosialisasikan penghargaan inovasi di Kabupaten Bogor melalui gelar inovasi daerah yang memasuki tahun ke-6 dalam pelaksanaannya sebagai ajang penjaringan inovasi dari berbagai komponen masyarakat guna peningkatan dan pengembangan inovasi daerah.

Baca juga  Corona Kota Bogor: Positif 68, Sembuh 11, Meninggal 3

“Kami berharap, workshop inovasi ini menghasilkan output, bukan hanya semangat berinovasi tetapi juga mampu menciptakan dan mengimplementasikan inovasi kreatif yang selaras dengan program pancakarsa serta mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas dan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rini.

Dalam workshop tersebut juga dillaunching website Sinovajelita sebagai sarana publikasi data inovasi dan hasil penelitian, pengabdian masyarakat dan koordinasi jaringan penelitian serta penandatanganan buku “539 Inovasi di Kabupaten Bogor.”  Menurut Rini, jumlah 539 inovasi sesuai usia Kabupaten Bogor yang ke-539.

“Buku ini akan diluncurkan didistribusikan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Bogor ke-539 tanggal 3 Juni 2021, sebagai potret perkembangan inovasi yang luar biasa di Kabupaten Bogor sehingga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh stakeholder agar inovasi yang telah ada menjadi praktik baik (best practices) untuk dapat direplikasi dan dimodifikasi,” tutup Dr Rini Kusumawati. [] Hari

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top