Kota Bogor

Pameran Riksa Wisesa Tampilkan 60 Pusaka di Museum Pajajaran

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Puluhan pusaka berupa keris dan kujang dipamerkan dalam gelaran Pameran Riksa Wisesa yang berlangsung di Museum Pajajaran Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (5/2/2026).

Sebanyak sekitar 60 koleksi benda bersejarah ditampilkan dalam pameran tersebut. Pusaka-pusaka itu berasal dari berbagai komunitas, mulai dari pegiat seni budaya, Kraton Sumedang Larang, hingga koleksi pribadi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali Museum Pajajaran yang belum lama direvitalisasi.

“Kurang lebih ada 60 koleksi yang dipamerkan karena sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Ini merupakan langkah awal untuk mengaktifkan Museum Pajajaran,” ujar Fadli Zon.

Baca juga  Bappeda Kota Bogor Siap Gelar Musrenbang RPJMD 24 Juni 2019

Menurutnya, Bogor merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan koleksi yang lebih beragam.

Ke depan, Fadli Zon mendorong agar museum tidak hanya menampilkan benda pusaka, tetapi juga berbagai warisan budaya lainnya seperti wayang golek, angklung, hingga warisan budaya tak benda.

“Bogor ini sebenarnya luar biasa, terutama wayang goleknya. Maestro wayang golek seperti almarhum Pa Ahim itu berasal dari Bogor,” ungkapnya.

Ia menegaskan Kementerian Kebudayaan siap mendukung pengayaan koleksi Museum Pajajaran agar dapat menjadi ruang edukasi budaya yang lebih utuh bagi masyarakat.

“Nanti akan kita tambah lagi koleksi lainnya. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi koleksi permanen, tentu dengan kurasi yang lebih matang,” jelasnya.

Baca juga  HJB ke-539, Bima Arya Ajak Warga 111 Tahun Divaksin

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengaku bangga dan terhormat karena wilayahnya dipercaya menjadi lokasi pameran pusaka bersejarah tersebut.

Menurut Dedie, Museum Pajajaran Batutulis memiliki nilai historis yang sangat kuat karena berada di kawasan Prasasti Batutulis, simbol berkembangnya pusat kebudayaan di masa lalu.

“Tempat ini sangat bersejarah. Prasasti Batutulis menjadi penanda bahwa kawasan ini dahulu merupakan pusat kesenian dan kebudayaan,” kata Dedie.

Ia berharap Museum Pajajaran dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai budaya Sunda.

“Ini bisa menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak muda untuk mengenal kembali budaya dan kesenian Sunda, termasuk karya seni rupa lainnya,” tuturnya.

Baca juga  Kongkow Bareng Pemuda Lintas Iman Bogor

Dedie juga mengungkapkan masih terdapat beberapa ruangan kosong di Museum Pajajaran yang rencananya akan dikembangkan, salah satunya menjadi ruang khusus pertunjukan teater. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top