Wilayah terdampak longsor Desa Pasirmadang

Masyarakat Sukajaya Perlu Mengenali Kembali Alamnya

Oleh : Laila Dwitari Tuasikal*

BOGOR-KITA.com, SUKAJAYA РPasca-bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 1 Januari 2020 lalu di Sukajaya, upaya-upaya penangganan tidak henti dilakukan oleh BNPB, Kementerian terkait, pihak swasta dan jajaran TNI Polri secara serius bagi warga permukiman desa, ladang, kebun campuran hingga hutan yang terdampak bencana hingga pada hari ini 6 Februari 2020. Upaya konkrit selain membangun tenda pengungsian bagi warga yang rumahnya terdampak longsor, tidak ketinggalan juga upaya rehabilitasi  dan reforestasi kawasan terdampak longsor oleh BNPB yang digerakkan oleh tangan kuat TNI, POLRI dan masyarakat yang bermukim pada sebaran wilayah kecamatan Sukajaya dengan menanam Vetiver.

Tanah dan alam Sukajaya sangat rentan bila musim penghujan tiba, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kerentanan pada kontur tanahnya, di daerah perbukitan lempungan pasirannya lunak hingga mudah hancur dan mudah luruh terkena air. Lereng yang curam dan tutupan lahan yang beralih menjadi lahan terbangun untuk aktivitas permukiman tidak mampu menahan rembesan air hujan dengan intensitas yang ekstrim pada minggu awal Januari 2020 lalu, hingga menyebabkan Desa Pasir Madang, Harat Jaya dan Desa Urug mengalami longsor yang parah (terdapat 40 titik longsor: hasil penelitian PVMBG), ditambahkan bahwa kemungkinan akan ada pergerakan sisa kembali bila curah hujan masih tinggi.

Baca juga  732 Bersaing, Ini 55 Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Bogor ¬†

Kondisi tanah dan Alam Sukajaya yang demikian, perlu upaya sadar melalui pemerintah Kecamatan Sukajaya dan pemerintah Desa bagi warga di tiap-tiap desanya pada wilayah administratif Sukajaya. Melalui dana desa yang berputar saat ini, maka perlu prioritas pembangunan desa yang terkonsentrasi bagi pemulihan Alam, rehabilitasi, upaya sadar lingkungan bagi warganya sendiri secara langsung untuk memulihkan lagi pemukiman, kebun dan hutannya yang terdampak longsor dan banjir, sebelum tanggal 13 Februari 2020 nanti akan dilangsungkan MUSRENBANG Kecamatan untuk mengakomodir program-program prioritas selama 5 (lima) tahun kedepannya di Kecamatan Sukajaya.

Tidak bisa serta merta menganggap bahwa bencana alam ini akan diatasi oleh pemerintah pusat dan kabupaten semata, tanpa campur tangan dan inisiatif pemerintah kecamatan, desa dan warganya maka akan semakin lambat proses untuk memulihkan alam yang telah sakit seperti longsor saat ini, bak tubuh manusia yang mengalami demam maka hanya akan pulih bila individunya mampu mengatur obat yang tepat untuk mengatasi demamnya. Tidak bisa orang lain, tugas orang lain hanya memberikan contoh dan upaya sadar, selanjutnya yang harus terus menjaga alam, kebersihan lingkungan hanyalah warga desa dan kecamatan di Sukajaya.

Baca juga  Empat Desa di Kecamatan Ciawi Belum Dapat Kucuran Dana dari Pemprov Jabar

Kita Jaga Alam, maka Alam Jaga Kita,

Pesan ini harusnya terpatri, ditulis lalu diletakkan dikantor kecamatan, kantor desa, mesjid, sekolah, dan tempat umum. Kemudian gencotkan penyuluhan dan sosialisasi tentang Menjaga Alam dan Lingkungan selama satu tahun ketika bencana ini melanda desa-desa di Kecamatan Sukajaya untuk warganya ditiap desa. masyarakatnya perlu diberikan pembiasaan untuk mengenal kondisi alamnya, hingga tidak ada lagi kebiasaan membuang sampah plastik secara sembarangan, memupuk kepedulian warganya bahwa Alam mereka hanya bisa dijaga oleh mereka sendiri. Lalu membatasi pihak-pihak luar yang melakukan aktivitas penambangan pasir dan pohon yang menyebabkan fungsi hutan menjadi hilang.

Benahi kondisi selokan jalan utama dan jalan lingkup RT/RW agar permukiman warganya tidak terlihat kumuh, benahi sistem pemetaan desa, agar dapat diperuntukkan juga sebagai tempat wisata bagi wisatawan. Perbukitan dan lereng yang terjal bisa menjadi peluang wisata bila pemerintah desa mengenali potensi desanya masing-masing. Dana desa bisa membantu secara perlahan untuk membangun desanya sebagai pusat permukiman yang ramah lingkungan dengan membuka ruang partisipatif bagi warganya. Jangan sampai bila sikap apatis sebagian warga yang saat ini ada justeru akan beranak bencana yang lebih parah dari dikemudian hari.

Baca juga  Gerakan Indonesia Sadar Bencana Distribusikan Bantuan Kepada Korban Longsor di Sukajaya

Ruang partisipatif warga harus terus ada dan tumbuh semakin banyak bagi Alam di Sukajaya kedepannya, yang bisa menjaga Alam dengan baik yaitu warga lokal yang saat ini mendiami wilayahnya sendiri. [] Admin (*Relawan Rehabilitasi  dan Reforestasi Kawasan Terdampak Longsor di Kabupaten Bogor/ Mahasiswa Perencanaan Wilayah IPB University)

 

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *