Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bogor yang berlangsung di Joglo Keadilan, Jalan Parakan Salak nomor 1 Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (21/6/2020).

Kuatkan Visi Kerja Solidaritas Bersama, DPD PSI Kota Bogor Gelar Rakor

BOGOR-KITA.com, KEMANG – Situasi dan kondisi masyarakat yang tengah dirundung beragam kendala akibat dampak pandemi Covid-19, membuat DPD PSI Kota Bogor terus melakukan peningkatan kapasitas dan soliditas seluruh jajaran pengurus dan anggotanya untuk tetap konsisten memperjuangkan visi dan misi partai dengan kerja solidaritas bersama (KSB).

Demikian diungkapkan Sugeng Teguh Santoso (STS) saat membuka Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bogor yang berlangsung di Joglo Keadilan, Jalan Parakan Salak nomor 1 Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (21/6/2020).

STS menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus melakukan penyusunan struktur partai dan membahas berbagai agenda kerja partai mulai tingkat DPD, DPC hingga DPRt. “Untuk membangun sebuah partai, setiap pengurus dan anggota harus mampu bekerja secara kolektif secara internal. Harus juga mampu melibatkan seluas – luasnya partisipasi masyarakat dari berbagai macam latar belakang kehidupan,” paparnya.

Dia menambahkan, DPW PSI Jawa Barat telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) melalui webinar untuk konsolidasi struktural partai dan telah memberikan sejumlah arahan untuk dilaksanakan oleh seluruh DPD PSI di tingkat kota/kabupaten. “Saat ini, sudah ada 14 DPD PSI yang sudah memiliki Ketua secara definitif. Salah satunya DPD PSI Kota Bogor,” imbuhnya.

Baca juga  12 Pelanggar Razia Masker di Simpang Yasmin Didenda Rp560 Ribu

Pantauan media ini, Rakor DPD PSI Kota Bogor tampak diikuti seluruh perwakilan DPC dari 6 Kecamatan yang ada di Kota Bogor. STS memaparkan, ada 10 arahan DPW PSI Jabar yang harus dilakukan DPD, yaitu Konsolidasi Ketua Definitif, Validasi data SIAP, Open rekrutmen calon pengurus, Aktivasi Badan Advokasi dan Direktorat, Validasi DPC dan DPRt, Kombinasi offline dan online, Aktifasi langgam gotong royong Kerja Solidaritas Bersama (KSB), Rapat reguler, Pendidikan kader reguler dan Target 2000 kader aktif.

STS menegaskan, tugas kader dan anggota partai adalah melayani kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi. Dia menegaskan, tidak ada yang ‘jago’ dalam mengurus masyarakat, maka perlu ada Kerja Solidaritas Bersama (KSB). “Sehingga bisa menciptakan dampak kebaikan bagi masyarakat dan dampak elektoral bagi partai,” cetusnya.

Untuk menghasilkan organisasi partai yang maksimal, lanjut STS, maka diperlukan kinerja. Menurutnya, peningkatan kekuatan pendidikan terhadap nilai – nilai dasar partai, harus terus dilakukan, agar ideologi partai bisa terus dijaga dan dibangun. “Karena PSI harus mampu membuka paradigma politik baru yang produktif dan progresif di tengah masyarakat. Kader partai yang kuat akan membuat masyarakat kuat,” pungkas STS. [] Fahry



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *