Ruas jalan utama di beberapa desa di Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur rusak parah. Jalan milik Pemkab Bogor tersebut belum diperbaiki dan menjadi semakin parah kondisi kerusakannya saat musim hujan.

Jalan Rusak di Kabupaten Bogor, Komisi III akan Panggil DPUPR 

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Kerusakan infrastruktur sejumlah ruas jalan milik Pemkab Bogor yang di wilayah Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur, mendapat perhatian dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara. Menurut politisi Partai Gerindra ini, berbagai masalah kerusakan infrastruktur yang terjadi saat ini merupakan tanggungjawab semua pihak, baik legislatif, eksekutif dan masyarakat secara umum.

Untuk itu, Sastra Winara berjanji akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPUPR) Kab. Bogor dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang merasakan dampak rusaknya infrastruktur jalan tersebut. “Kami akan segera panggil DPUPR, untuk minta penjelasan dan sekaligus jika sudah ada anggarannya utk segera dikerjakan.” Tandas Sastra Winara.

Sementara dikonfirmasi terkait penanganan kerusakan ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Gunungsindur, Kepala UPT Jalan Jembatan wilayah Parung Candra Trikaya, belum memberikan jawaban meski chat dari awak media ini melalui aplikasi WhatsApp sudah dibacanya. Terpisah, Kepala UPT Jalan Jembatan wilayah Leuwiliang, Zaitun Nur Azizah langsung merespon pertanyaan wartawan soal rusaknya beberapa ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Rumpin.

Dia menjelaskan, ruas jalan Cicangkal – Peusar – Malapar tidak masuk dalam ruas jalan kabupaten. Sedangkan ruas Janala – Lebakwangi tepatnya di STA. 0.00+000 hingga STA 2+000, saat ini sudah diajukan oleh pihak UPT Jajem Leuwiliang. “Mudah – mudahan tahun 2020 ini bisa masuk. Namun, apabila tidak masuk karena terbentur anggaran, daya akan kawal lagi utk tahun berikutnya pada 2021

Birokrat yang dikenal cukup komunikatif dan responsif ini menambahkan, saat ini hingga akhir Februari, masih menunggu keputusan dari atasannya pada Dinas PUPR dan lembaga lainnya. “Kita tunggu saja hasilnya hingga bulan Februari tahun ini. Mudah – mudahan dari pamflet dari Bappeda Litbang juga sudah ada. Jadi riil dan jelas,” pungkas Zaitun Nur Azizah. [] Admin 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *