Laporan Utama

IPB Siapkan Teknologi Daring, Mahasiswa Bisa Ikut Kuliah dari Rumah Kos

BOGOR-KITA.com – Hari ini kita akan mulai menggunakan teknologi pembelajaran dengan menggunakan teknologi daring. Pembelajaran daring ini adalah upaya kita menghadapi dan merespon perubahan teknologi yang ada. 

Hal ini dikemukakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria saat memberikan kuliah ‘Sosiologi Umum’ melalui teleconference atau kuliah online, Rabu (24/4/2019).  

Arif Satria mengatakan, IPB sedang menyiapkan platform  yang dapat diakses oleh mahasiswa supaya dapat mengikuti kelas online.

“Platform tersebut nantinya dibuat supaya dapat diakses melalui smartphone sehingga mahasiswa mudah mengaksesnya. Dengan menggunakan daring, mahasiswa bisa mengikuti kuliah online di kamar kos maupun di tempat lain, sehingga bisa efisien waktunya,” kata Dr. Arif dalam siaran pers yang diterima BOGOR-KITA.com, Sabtu (27/4/2019). 

Baca juga  Tindaklanjuti Aspirasi Warga DPRD Kota Bogor Mediasi Persoalan Warga BMW Dengan Developer

Terkait modernisasi ekologi, Dr. Arif  menjelaskan bahwa modernisasi ekologi muncul di era 1990-an. Modernisasi ekologi tersebut muncul akibat adanya respon manusia terhadap perubahan ekologi dan lingkungan sebagai akibat dari dampak perusakan lingkungan. Dengan kata lain, terjadi krisis ekologi yang menyebabkan manusia meningkatkan kepeduliannya terhadap krisis tersebut.

Modernisasi ekologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan alam saja, melainkan juga berdampak pada sosial dan budaya masyarakat. Dengan munculnya modernisasi ekologi ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap masalah dan kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.

Beberapa permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini adalah tingginya pencemaran plastik dan limbah-limbah berbahaya yang lain. Oleh sebab itu, Dr. Arif menghimbau kepada mahasiswa untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. 

Baca juga  Peduli di Tengah Pandemi

“Mulai saat ini mari dibiasakan kalau mau belanja bawa tas dari rumah, biar nanti tidak memakai kantong plastik, seperti ibu-ibu zaman dahulu, kan kalau pergi ke pasar bawa tas jinjing dari rumah, supaya sampai pasar tidak pakai kantong plastik,” kata Dr. Arif.

Dr. Arif menghimbau supaya menggunakan tumbler sebagai ganti botol air minum kemasan. Dengan menggunakan tumbler maka penggunaan botol plastik dapat diminimalisir karena tumbler dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top