Ini Situasi Covid-19 di Jabar Sampai 13 September 2020

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanpa embel-embel transisi atau adaptasi kebiasaan baru, isu covid-19 Indonesia kembali menjadi perhatian.

Jumlah tertular covid-19 di Indonesia saat ini memang berbeda jauh ketimbang sebelum ada kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Saat ini jumlah tertular baru mencapai angka sekitar 3.000 per hari, beberapa hari terakhir bahkan mendekati angka 4.00 per hari.

Pada Rabu (16/9/2020 angka tertular baru mencapai 3.963 orang yang merupakan rekor dari angka tertular sebelumnya.

Pada awal covid muncul ke Indonesia, Jabar menjadi provinsi kedua terbesar penularan covid-19 setelah DKI Jakarta.

Saat ini Jabar bukan lagi provinsi dengan angka tertular terbesar kedua.

Bagaimana posisinya sekarang?

Berdasarkan data Gugus Tugas yang dilansir dari laman covid19.go.id sampai tanggal 13 September 2020, Jabar menduduki posisi keempat terbesar dengan jumlah kasus 14.290 positif.

Posisinya berada di Bawah DKI Jakarta (52.729 kasus), Jawa Timur (38.064 kasus), dan Jawa tengah (17.742 kasus).

Baca juga  Jabar Izinkan 15 Daerah Masuk New Normal, Mulai 1 Juni Bisa Ibadah di Masjid

Jabar juga bukan provinsi yang laju positif covid tertinggi di Indonesia. Jabar berada di posisi keempat setelah Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Riau.

Selengkapnya sebagai berikut:

Sumber: covid19.go.id



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *