Ketua BPD Entis, Kepala Desa Baban Subandi, Ekbang Kecamatan Ciawi Siti Khotimah,dan Kasipem Bambang Rusantono berfoto di lokasi curug berundak yang akan dikembangkan di Desa Cileungsi, Jumat (7/9/2018).

Desa Cileungsi Kembangkan Curug Berundak Jadi Objek Wisata Favorit

BOGOR-KITA.com – Baban Subandi, Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor rupanya memiliki angan-angan sejak masih kecil, yaitu membuat daerah wisata alam di Desa Cileungsi.

Dalam percakapan dengan BOGOR-KITA.com di Desa Cileungsi, Jumat (7/9/2018), Kepala Desa yang menjabat sejak 2015 ini menuturkan, Desa Cileungsi dulunya adalah desa yang tertinggal dari desa lainnya, karena letaknya berada di ujung perbatasan Kecamatan Ciawi.

Walau demikian desa yang menyatu dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki potensi, yakni keindahan alamnya yang masih tersembunyi dan belum terjamah oleh orang luar. Salah satunya adalah curug berundak atau air terjun bertingkat.

“Ini dulunya adalah area bermain saat saya masih kecil dan saya dulu pernah punya angan-angan bagaimana caranya ini menjadi tempat wisata,” ucap Baban di lokasi yang akan dikembangkan menjadi tempat wisata alam.

Mimpi Baban Subandi akan menjadi kenyataan, karena dalam perjalanan waktu dan upayanya  yang tak kenal lelas berhasil memikat investor. Baban Subandi pun merumuskan konsep, dan saat ini sudah  matang. Konsepnya akan memadukan antara curug berundak dengan wisata edukasi pertanian

“Jadi wisatawan nantinya tidak hanya bisa menikmati indahnya curug berundak, tapi juga bisa melihat proses pertanian mulai dari penanaman sampai pasca panen,” jelasnya seraya menambahkan Desa Cileungsi memiliki hak mengelola area seluas 13 hektare dari TNGGP.

Baban Subandi juga sudah mengurus ijin dari Kementerian Kehutanan. “Nampaknya akan segera rampung, karena pertengahan September ini, Desa Cileungsi akan kedatangan staff ahli dari kementerian terkait,” kata Baban.

Seperti apa konsep yang sudah dirancang? “Karena perijinannya masih kita proses makanya belum kita ekspos. Yang jelas cukup inovatif,” tukasnya.

Sudah ada investor yang terpikat menanamkan modalnya untuk mengembangkan konsep inovatif yang sudah dikantongi Baban Subandi. “Mereka ingin bekerjasama dengan kita,” kata Baban.

Tapi karena masih fokus mengurus semua ijin dan lain sebagainya, keterpikatan investor belum diwujudkan dalam bentuk ikatan kerja.

Baban Subandi makin merasa lega, karena ada desa dari program Presiden Joko Widodo.  “Kita akan manfaatkan dana desa dari program Presiden Joko Widodo itu,” katanya seraya menambahkan bahwa sebelumnya Desa Cileungsi juga sudah menerima dana dari program Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang kini sudah membaik.

Baban berharap di sisa waktu masa jabatannya, dia bisa melihat hasil kerja keras, serta mimpinya sejak kecil ini.

“Saya berharap nanti Desa Cileungsi menjadi desa yang maju, masyarakatnya bisa mandiri dan sejahtera,” katanya.

Baban juga mengemukakan bahwa Desa Cileungsi sudah memiliki BUMdes (Badan Usaha Milik Desa).

Ketua Badan Usama Milik Desa (Bumdes) Cileungsi, Entis mengatakan, bahwa sudah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk memajukan Desa Cileungsi.

“Berhubung PAD desa rendah, kita menggali potensi yang ada agar PAD naik. Karena itu  kita akan membuat terminal desa dan pasar desa,” katanya.

Terminal dan pasar desa yang akan memanfaatkan lahan pemerintah, imbuh Entis, diharapkan bisa menjadi wadah untuk warga menjajakan hasil kerajinannya, sekaligus menjadi tempat transit sebelum masuk ke curug berundak dan objek wisata yang ada di Desa Cileungsi. [] Fadil

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *