Kota Bogor

Covid-19 Kota Bogor 30 Juni 2021: Positif 320, Sembuh 84, Kasus Aktif 3.705

covid-19 kota bogor
Ilustrasi tes covid-19

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Virus corona atau covid-19 di Kota Bogor masih ganas.

Berdasarkan data yang dirilis Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, Rabu (30/6/2021) pukul 21.45 WIB, terdapat pertambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 320. Dengan pertambahan ini total kasus konfirmasi covid-19 di Kota Bogor bertambah menjadi 20.555.

Sementara itu, kabar baiknya ada pertambahan kasus sembuh sebanyak 84. Total pasien sembuh bertambah menjadi 16.567 orang.

Kabar baiknya, tidak ada pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia. Sehingga jumlah pasien konfirmasi positif covid-19 di Kota Bogor yang meninggal dunia tetap 283 orang.

Selanjutnya, kasus aktif covid-19 di Kota Bogor sampai Rabu (30/6/2021) sebanyak 3.705.

Baca juga  Covid-19 Kota Bogor 30 Mei 2021: Positif 11, Sembuh 10, Kasus Aktif Naik dari 341 jadi 342

Kasus aktif merupakan pasien konfirmasi covid-19 yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Untuk diketahui, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim secara tegas mengatakan bahwa sesuai data, saat ini ada tingkat kedaruratan pada penyebaran kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Bogor.

Hal itu ia katakan saat menjadi pemimpin Apel Sinergitas Bogor Mengabdi di Ramayana Mal Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (30/6/2021) pagi.

Dedie memaparkan melalui angka, warga yang terkonfirmasi positif Covid yang aktif per hari ini (kemarin -red) sekitar 3.500 kasus. Sementara ketersediaan tempat tidur atau bed di 21 rumah sakit hanya ada sekitar 950 bed. 50 persen di antaranya, merupakan pasien dari luar Kota Bogor.

Baca juga  Covid-19 Kota Bogor 10 April 2021: Positif 65, Sembuh 49, Kasus Aktif Naik dari 788 jadi 804

“Artinya, ada kurang lebih 3.000 orang yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing – masing. Ada juga yang sedang keliling mencari rumah sakit, mencari fasilitas kesehatan. Kita sedang melihat adanya mobilitas dari virus itu sendiri,” kata Dedie.

Dengan demikian, tentu ada risiko tingkat penyebaran virus yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, semua jajaran di wilayah dari mulai kecamatan, kelurahan, LPM, kader kesehatan, hingga karang taruna ikut membantu melakukan pendataan yang lebih maksimal.  [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top