Kota Bogor

Cegah Perundungan Sejak Dini, Pemkot Bogor Sosialisasi Anti Bulliying di SD Rimba Putra

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan Kota Bogor menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Rimba Putra, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (13/1/2026).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan bahwa sosialisasi anti bulliying ini sebagai bentuk komitmen Pemkot Bogor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi anak.

Jenal menegaskan bahwa edukasi anti-perundungan harus diberikan sejak usia dini agar anak-anak memahami dampak buruk dari perilaku mengejek, menghina, maupun merendahkan teman.

“Sosialisasi anti-bullying ini memang dilakukan di tiap-tiap sekolah, sehingga anak-anak dari usia dini mulai memahami bahwa perkataan mengejek, menghina, dan merendahkan itu sesungguhnya tidak baik,” ujar Jenal.

Menurut Jenal, seluruh siswa sepakat tidak ingin diperlakukan dengan hinaan maupun ejekan, sehingga sikap saling menghormati harus dimulai dari diri sendiri.

Baca juga  Peringati HUT Ke-39, PDAM Kota Bogor Bantu Renovasi 5 RTLH

“Nah tadi saya tanya, ‘Kalian mau dihina nggak? Kalian mau diejek nggak?’ Semua jawabannya tidak. Maka ketika semua tidak mau dihina dan diejek, kita juga harus menjaga diri agar tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain,” jelasnya.

Jenal menyatakan, peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai anti bullying secara berkelanjutan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan menolak segala bentuk perundungan.

“Kedepan, para guru harus terus mengedukasi siswa-siswi yang hari ini baru SD, tapi kalau terus-menerus diberikan pemahaman, edukasi, insyaallah mereka menjadi orang yang kuat, yang tangguh, yang anti terhadap bullying,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hery Karnadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif SD Rimba Putra dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk DP3A dan Disdik.

Baca juga  Cawalkot Bogor Rena Da Frina Diantar Suami dan Anak Nyoblos di TPS 29 Ciparigi

“Kasus perundungan di Kota Bogor memang sudah mulai berkurang, meskipun masih ada di beberapa satuan pendidikan dengan skala kecil. Namun tetap harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Hery.

Ia menekankan bahwa selain perundungan antarsiswa, perundungan yang dilakukan oleh guru juga harus dicegah secara tegas karena dapat memberikan dampak psikologis yang lebih besar kepada siswa.

“Guru itu teladan. Kalau sampai guru melakukan perundungan, dampaknya akan lebih dalam bagi anak didik,” tegasnya.

Hery menyebutkan bahwa hanya satu hingga dua kasus perundungan yang sampai ke tingkat dinas dan seluruhnya dapat diselesaikan di lingkungan sekolah tanpa berlanjut ke tahap yang lebih besar.

“Yang sampai ke saya, hanya satu-dua dan itu kemudian beres diselesaikan di tingkat sekolah, tidak sampai kemudian membesar,” jelasnya.

Baca juga  Sekda Kota Bogor Tatar 30 Peserta Diklat Alih Kategori Satpol PP

Kepala Sekolah SD Rimba Putra, Widi Prihayana, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat mengingat siswa sekolah dasar memiliki karakter yang aktif dan dinamis.

“Di sekolah kami tidak ada bullying dalam bentuk pemalakan atau geng. Biasanya hanya bercanda, saling mengejek, atau saling pukul kecil, yang setelah itu mereka bermain kembali,” katanya.

Dengan adanya sosialisasi ini, Widi berharap suasana belajar di sekolah semakin aman dan kondusif. Selain itu, ia juga berharap kegiatan serupa dapat berlanjut, khususnya bagi siswa kelas enam sebagai persiapan menghadapi jenjang pendidikan SMP.

“Mudah-mudahan ke depan ada sosialisasi lanjutan, terutama untuk kelas enam agar mereka siap mengantisipasi lingkungan baru di SMP nanti,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top