BRIN–Rusia Perkuat Kerja Sama Riset Nuklir dan Keantariksaan
BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Federasi Rusia sepakat memperkuat kerja sama riset dan inovasi, khususnya di bidang nuklir dan keantariksaan. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala BRIN dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia di Jakarta.
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, kerja sama antara Indonesia dan Rusia telah berjalan dan memiliki fondasi yang kuat.
“Pertemuan ini sangat tepat waktu untuk mendorong kerja sama yang lebih luas dan konkret antara BRIN dan institusi riset Rusia, terutama pada dua bidang strategis, yaitu riset nuklir dan riset keantariksaan,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Di bidang nuklir, Indonesia dan Rusia telah membentuk Joint Working Group sejak 2023 yang berfokus pada pemanfaatan teknologi nuklir non-pembangkit listrik. Selain itu, kedua negara juga memiliki Joint Coordinating Committee yang telah menggelar pertemuan rutin sejak 2020 dengan melibatkan Rosatom dan kementerian terkait.
“Kerja sama ini diarahkan pada aplikasi teknologi nuklir di berbagai sektor, seperti kesehatan, pangan, pertanian, industri, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya,” kata Arif.
Sementara itu, kerja sama keantariksaan Indonesia dan Rusia telah terjalin sejak 2006 melalui kolaborasi dengan Roscosmos. Arif menekankan pentingnya penguatan kolaborasi riset, termasuk pertukaran ilmuwan dan kerja sama dengan universitas serta lembaga riset di Rusia.
“Kolaborasi antarpakar dan ilmuwan menjadi kunci untuk mempercepat penguasaan teknologi keantariksaan,” ujarnya.
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Mr. Sergei Tolchenov, menyatakan kesiapan Rusia untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang teknologi tinggi.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung program prioritas pemerintah Indonesia, seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, serta pengembangan infrastruktur.
“Federasi Rusia siap bekerja sama dengan Indonesia tidak hanya di sektor-sektor dasar seperti pertambangan dan pertanian, tetapi juga di bidang teknologi tinggi, termasuk nuklir, baik untuk energi maupun non-energi, serta eksplorasi keantariksaan,” ucap Tolchenov. [] Hari
