BMKG: Cuaca Ekstrem Terjadi karena Masa Peralihan Musim
BOGOR-KITA.com, CISARUA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena hujan berintensitas tinggi yang disertai panas terik dalam beberapa waktu terakhir merupakan bagian dari masa peralihan musim.
Kepala BMKG Citeko-Cisarua, Fatuhri, mengatakan saat ini wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor, tengah memasuki periode transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
“Cuaca dalam beberapa pekan terakhir merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” ujar Fatuhri, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, karakteristik masa peralihan ditandai dengan kondisi atmosfer yang cenderung fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh pertemuan massa udara basah dari Asia dan massa udara kering dari Australia.
“Saat ini massa udara basah dari Asia masih berada di wilayah Indonesia, sementara massa udara kering dari Australia mulai masuk, terutama di wilayah timur,” katanya.
Menurut Fatuhri, kondisi cuaca yang berubah-ubah seperti hujan lebat disertai panas terik merupakan hal yang umum terjadi pada periode ini dan bersifat sementara sebelum memasuki musim kemarau.
Sementara itu, tenaga medis dr. Nurul Amelia mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Pada masa peralihan, tubuh lebih rentan terserang penyakit seperti flu, radang tenggorokan, dan demam,” ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta mencukupi kebutuhan cairan.
“Mengonsumsi buah-buahan, minum air putih yang cukup, dan bila perlu vitamin dapat membantu menjaga daya tahan tubuh,” kata Nurul. [] Danu
