Kota Bogor

Akses Jalan Memutar ke Wilayah Kabupaten, Warga Sukaresmi Curhat ke Hj Lusiana Nurissiyadah

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Warga RW 06 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal mengadu kepada anggota DPRD Kota Bogor Hj Lusiana Nurissiyadah terkait akses keluar masuk wilayahnya.

Pasalnya, warga yang akan melakukan aktivitas harus memutar ke wilayah Kabupaten Bogor. Maka dari itu warga melalui Ketua RW meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibuatkan akses jalan agar mempermudah aktivitas warga.

Hal itu diusulkan warga saat mengikuti Reses masa sidang II tahun 2023 Hj Lusiana Nurissiyadah di Rumah Aspirasi, Bukit Cimanggu City, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Selasa (31/1/2023) sore.

Menanggapi hal itu, Hj Lusiana mengaku akan mendorong keinginan warga tersebut. Apalagi permintaan akses jalan warga RW06 itu sudah diusulkan dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Tanah Sareal.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta Pemkot Bogor harus memperhatikan pembangunan di wilayah. Sebab warga di wilayah juga membayar pajak untuk PAD Kota Bogor.

Baca juga  RKA untuk PD-PPJ Disahkan Seletah Pemilihan Direksi

“Pemkot harus adil, jadi semua fasilitas kota Bogor pembangunnya jangan di pusat kota saja, Dinas PUPR dan Dinas Perumkim harus melihat ke daerah-daerah, ada gak wilayah yang belum memiliki akses jalan. Kasian juga warga kalau mau ke jalan raya harus mutar ke daerah kabupaten,” ucap Hj. Lusiana Nurissiyah kepada wartawan.

Selain itu, Hj Lusiana juga meminta Pemkot untuk memperhatikan sekolah kejar paket dengan dana BOS. Sebab banyak sekolah kejar paket yang belum dapat BOS.

“Saat ini banyak anak putus sekolah yang ikut kejar paket. Dan banyak anak didik kejar paket yang tidak bisa menebus ijazah lantaran mereka tidak mampu, untuk itu saya minta pemerintah memfasilitasi sekolah kejar paket dengan dana BOS,” paparnya.

Sementara, kata Hj Lusiana banyak warga di berbagai wilayah yang meminta Penerangan Jalan Umum (PJU), sebab masih banyak wilayah di Kecamatan Tanah Sareal yang belum memiliki PJU.

Baca juga  25 Warga Perumahan Griya Melati Bubulak Terpapar Covid-19

“Seperti di RW03 Kelurahan Sukaresmi belum memiliki PJU, di Kencana RW04 sudah ada tiang PJU tapi lampunya tidak ada. Warga sudah mengadu kepada dinas terkait namun belum ada tindak lanjut,” katanya.

Selain itu, tambah anggota Komisi IV ini, banyak aspirasi warga terkait no fisik seperti dihilangkannya retribusi pemakaman untuk warga tidak mampu, data DTKS yang belum ter-upadate, poswindu yang belum memiliki alat tensi darah dan banyak guru ngaji yang belum mendapat BOP dari pemerintah.

Sementara, Ketua RW06 Kelurahan Sukaresmi, Roni Dalimunte menjelaskan sejak pemekaran dari Kabupaten Bogor hingga saat ini, wilayahnya belum memiliki akses jalan.

“Saya dengar dari tokoh masyarakat, sejak pemekaran dari kabupaten pada tahun 1997, wilayah RW06 gak punya akses jalan, kita kalau mau keluar kampung harus melewati wilayah kabupaten dulu,” ungkap Roni.

Ia mengaku, bahwa keinginan warga terkait akses jalan tersebut sudah diusulkan pada Musrenbang tingkat kecamatan, namun belum ada realisasi.

Baca juga  Awas Dana Desa Dipalak Oknum PKB

“Kita masukin ke musrenbang tahun 2021, namun informasi dari tokoh RW dari dulu juga sudah diusulkan di musrenbang namun belum ada realisasi. Di tahun 2022 akhir sudah ada yang turun melihat lokasi dan tahun Maret 2023 informasinya akan turun dana Rp 1 miliar untuk pembuatan TPT saja,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Roni dirinya berharap melalui reses ini, HJ Lusiana bisa membantu mendorong realisasi akses jalan ke wilayah RW06. Karena akses jalan itu sangat didamba dambakan oleh warga.

“Itu memang akses ke wilayah kita ga ada akses lain, untuk itu kami sebagai warga bagaimana caranya jalan itu bisa dibangun sehingga jika mau ke kelurahan, puskesmas, ke sekolah menjadi dekat, saat ini kami harus muter ke kabupaten dulu,” terangnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top