Kab. Bogor

Bankeu Belum Cair Penuh, Tugu Selatan Inisiatif Tuntaskan Proyek Jalan dengan Dana Talangan

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Pembangunan infrastruktur di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, tetap berjalan meski pencairan Bantuan Keuangan (Bankeu) tahap kedua belum terealisasi. Pemerintah desa memilih menuntaskan pekerjaan terlebih dahulu dengan mengandalkan dana talangan dan dukungan toko material agar proyek tidak terhenti di tengah jalan.

Kepala Desa Tugu Selatan, Eko Windiana, mengatakan seluruh pekerjaan infrastruktur yang dibiayai melalui program Bankeu tersebut telah mencapai 100 persen. Pembangunan difokuskan pada peningkatan jalan desa, sementara penataan kawasan Dayeuh Pajajaran juga terus berproses.

Dikatakannya, penyelesaian pembangunan lebih awal merupakan langkah yang diambil pemerintah desa agar pekerjaan tidak tersendat akibat menunggu pencairan anggaran. Terlebih, proyek infrastruktur berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, pembangunan sudah kami selesaikan 100 persen. Meskipun anggaran tahap kedua belum cair karena masih harus melalui proses pelaporan, kami berinisiatif menuntaskan pekerjaan dengan dana talangan dan kerja sama dengan sejumlah toko material,” kata Eko, Rabu (14/10/2026).

Baca juga  Camat Megamendung Ingin Kawasan GOM Terintegrasi dengan Sarana Pendidikan dan Dapur MBG

Keputusan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Selama anggaran tahap kedua belum diterima, pemerintah desa masih harus menyelesaikan kewajiban pembayaran material dan biaya pembangunan yang telah ditalangi.

Ia mengungkapkan, pencairan anggaran tahap kedua nantinya akan digunakan untuk melunasi kewajiban tersebut. Karena itu, penyelesaian administrasi dan pelaporan menjadi tahapan penting agar proses pencairan dapat segera dituntaskan.

“Kalau anggaran tahap kedua sudah cair, seluruh utang untuk pembangunan akan kami bayarkan,” ucapnya

Ia menjelaskan, pemerintah desa tidak ingin pekerjaan yang sudah berjalan harus terhenti hanya karena persoalan waktu pencairan. Selain berpotensi memengaruhi kualitas hasil pembangunan, penundaan juga dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga yang terlibat dalam pengerjaan proyek.

Baca juga  Pemilik Lahan Nyaris Ribut Dengan Satpol PP Saat Penertiban Puncak Asri

Atas pertimbangan itu, pemerintah desa bersama pihak-pihak terkait memilih melanjutkan pekerjaan hingga selesai, meskipun harus menanggung beban pembiayaan sementara.

Di tengah upaya menuntaskan pembangunan yang sedang berjalan, Desa Tugu Selatan masih memiliki pekerjaan lanjutan untuk memeratakan perbaikan infrastruktur, terutama jalan lingkungan yang belum tersentuh pembangunan.

Ia menambahkan, pemerintah desa sebelumnya menargetkan seluruh pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan, dapat diselesaikan pada 2027. Namun, efisiensi anggaran Dana Desa (DD) tahun 2026 membuat target tersebut berpotensi bergeser menjadi 2028.

“Awalnya, kami menargetkan pada 2027 seluruh pembangunan infrastruktur desa, terutama jalan lingkungan, sudah selesai. Namun, karena anggaran Dana Desa tahun ini terkena efisiensi, kemungkinan penyelesaiannya mundur menjadi 2028,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebut kondisi jalan utama di Desa Tugu Selatan kini hampir seluruhnya telah ditangani melalui pembangunan betonisasi dan pengaspalan. Dengan demikian, fokus pembangunan berikutnya diarahkan pada jalan-jalan lingkungan yang masih membutuhkan perbaikan.

Baca juga  Digelar 2 Hari, 26 Perusahaan Buka Loker di IPB Job Fair

Pergeseran target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang memadai terus berjalan. Di sisi lain, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah desa menyesuaikan rencana pembangunan dengan kemampuan keuangan yang tersedia.

Ia berharap, pembangunan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan secara bertahap sehingga pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Desa Tugu Selatan bisa terwujud.

Dengan hampir tuntasnya pembangunan jalan utama, penyelesaian jalan lingkungan kini menjadi pekerjaan lanjutan yang harus dikejar. Pemerintah desa pun dituntut menjaga kesinambungan pembangunan agar keterbatasan anggaran tidak semakin memperpanjang waktu tunggu masyarakat untuk menikmati akses jalan yang layak. []Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top