Gerindra Kabupaten Bogor Wacanakan Rudy Susmanto Dua Periode, Pengamat Soroti Keberlanjutan Program
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wacana Partai Gerindra Kabupaten Bogor untuk mengusung kembali Rudy Susmanto pada Pilkada 2029 mulai mengemuka. Pengamat politik Yusfitriadi menilai, keberlanjutan kepemimpinan dapat menjadi pertimbangan untuk menuntaskan program pembangunan yang telah dirintis pada periode pertama.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bogor bersama Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bogor menyuarakan aspirasi agar Rudy Susmanto kembali maju sebagai calon bupati pada periode 2029–2034. Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (12/10/2026) malam.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, menyebut usulan tersebut muncul dari aspirasi internal partai setelah melihat pelaksanaan program pembangunan di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto.
Menanggapi wacana tersebut, pengamat politik Yusfitriadi mengatakan, dalam kondisi kepemimpinan yang berjalan normal dan tidak menghadapi persoalan berarti, kepala daerah lazimnya memiliki peluang untuk melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua.
“Lazimnya kepemimpinan kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, jika dalam kondisi normal dan baik-baik saja, memang memimpin dua periode. Terkecuali ada masalah atau diperintahkan partai politik untuk menempati jabatan politik lainnya,” ujar Yusfitriadi.
Menurutnya, satu periode kepemimpinan kerap belum cukup untuk menuntaskan seluruh program prioritas. Pada periode pertama, kepala daerah umumnya masih berfokus membangun fondasi, meletakkan pijakan kebijakan, serta memulai program-program strategis.
Karena itu, Yusfitriadi menyatakan sependapat dengan pandangan Iwan Setiawan mengenai pentingnya Rudy Susmanto melanjutkan program yang telah dirintis apabila kembali memimpin Kabupaten Bogor pada periode kedua.
Ia menilai, keberlanjutan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan politik, tetapi juga menyangkut kesinambungan pembangunan daerah.
“Lebih jauh dari hal yang bersifat politis, ada hal yang lebih penting bagi kemajuan Kabupaten Bogor. Saya sepakat Rudy untuk kembali memimpin pada periode kedua karena legacy-legacy yang sudah mendapatkan apresiasi dari masyarakat untuk menata Kabupaten Bogor harus dilanjutkan dengan pengembangan, inovasi, pemerataan dan peningkatan,” katanya.
Meski demikian, Yusfitriadi mengingatkan bahwa dukungan DPC Gerindra Kabupaten Bogor belum otomatis menjadikan Rudy sebagai kandidat pada Pilkada 2029.
Menurut dia, keputusan pencalonan tetap bergantung pada mekanisme dan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Dengan demikian, aspirasi di tingkat kabupaten masih harus melalui proses internal partai sebelum ditetapkan sebagai keputusan resmi.
“Walaupun DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor meminta Rudy untuk maju pada periode kedua, jika DPP Partai Gerindra tidak merestui, itu tidak akan terjadi. Begitu pun sebaliknya, jika DPP merekomendasikannya, maka Rudy tidak bisa menolak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yusfitriadi mengingatkan bahwa perjalanan pemerintahan Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi masih panjang. Keduanya baru dilantik untuk masa jabatan 2025–2030 pada 20 Februari 2025.
Artinya, masih ada sekitar tiga tahun masa pemerintahan yang perlu dijalani sebelum periode tersebut berakhir. Dalam rentang waktu itu, berbagai dinamika politik di Kabupaten Bogor masih mungkin terjadi dan dapat memengaruhi peta pencalonan pada Pilkada 2029.
“Namun tentu saja, kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi baru saja berjalan dua tahun, masih ada tiga tahun lagi. Dalam tiga tahun ke depan, kita tidak tahu dinamika politik apa yang akan terjadi di Kabupaten Bogor. Sehingga masih banyak berbagai kemungkinan,” pungkasnya.[] Hari
