Kota Bogor

Jalan Baru Katulampa Ditargetkan Bisa Dipakai Awal 2027, 21 OPD Pemkot Bogor Direncanakan Pindah ke Satu Kawasan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Warga Bogor Timur ditargetkan dapat memanfaatkan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Bogor Raya City dengan akses Tol Bogor Selatan pada akhir 2026 hingga Januari 2027. Di kawasan yang sama, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga menyiapkan pusat pemerintahan baru yang direncanakan menampung 21 organisasi perangkat daerah (OPD).

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau progres pembangunan kawasan pusat pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Senin (12/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dedie melihat perkembangan pembangunan jalan tembus dan pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) untuk menyiapkan area perkantoran pemerintahan.

Menurut Dedie, progres pembangunan jalan tembus telah mencapai 48 persen, dengan deviasi positif 10 persen. Pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada November 2026, sebelum dilanjutkan dengan uji coba dan penyempurnaan fasilitas pendukung.

“November selesai, tetapi nanti ada uji coba, melengkapi marka dan lain sebagainya. Lampu juga harus ada,” kata Dedie.

Baca juga  Status Katulampa Turun Setelah Siaga 1 Selama 15 Menit

Jalan tersebut direncanakan menjadi alternatif akses bagi masyarakat, khususnya warga Bogor Timur dan kawasan sekitar perumahan Bogor Raya. Jalur ini akan menghubungkan akses Tol Bogor Selatan melalui kawasan Bogor Raya City menuju area pusat pemerintahan baru, kemudian kembali terhubung ke kawasan Bogor Raya.

Pemanfaatan jalan itu diharapkan dapat dimulai pada akhir 2026 hingga Januari 2027. Namun, realisasi waktu penggunaannya masih bergantung pada penyelesaian pekerjaan, uji coba, dan kelengkapan fasilitas jalan.

21 OPD Direncanakan Terpusat di Katulampa

Selain pembangunan jalan, Pemkot Bogor menyiapkan kawasan seluas enam hektare di Katulampa sebagai pusat pemerintahan baru. Kawasan tersebut direncanakan menampung 21 OPD untuk mengintegrasikan pelayanan administrasi dan memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah.

“Sehingga masyarakat nanti tidak terpencar-pencar kalau mengurus izin dan kebutuhan layanan lainnya. Nanti ada di sini semua,” ujar Dedie.

Baca juga  Bima Minta Warga di Aliran Ciliwung Waspada Banjir

Salah satu fasilitas yang direncanakan hadir di kawasan itu adalah kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang berkaitan dengan pelayanan perizinan dan penanaman modal.

Dedie menjelaskan, pekerjaan land clearing dilakukan untuk menyiapkan area bagi pembangunan sejumlah gedung dan fasilitas pemerintahan di masa mendatang.

Di luar perkantoran, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi masjid dan sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat Bogor Timur.

Meski demikian, rencana pemusatan 21 OPD dan pembangunan berbagai fasilitas tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui tahapan pembangunan berikutnya.

Tiga Sumber Mata Air Turut Ditinjau

Dalam kunjungan yang sama, Dedie meninjau tiga sumber mata air di kawasan tersebut. Dua sumber berada di sisi kiri area, sedangkan satu sumber lainnya berada di bagian tengah dengan debit yang relatif lebih kecil.

Baca juga  Usaha Mikro Dipromosikan Melalui Bogor Bazaar Katulampa

Menurut Dedie, sumber mata air itu selama ini dimanfaatkan masyarakat Pangulaan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Pemkot Bogor berencana menyediakan ruang bagi pemanfaatan sumber air tersebut melalui pemasangan pipa sambungan.

“Dari Pemerintah Kota Bogor mengizinkan untuk dibuatkan pipa sambungan. Jadi, air di sini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bogor Timur,” kata Dedie.

Potensi sumber air tersebut juga akan dikaji untuk mendukung kebutuhan pembibitan tanaman di kawasan pusat pemerintahan baru.

Dedie mengatakan, pengembangan kawasan Katulampa tidak hanya diarahkan untuk menyediakan fasilitas administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kota Bogor.

Pembangunan akses jalan, penyediaan sarana olahraga, rumah ibadah, serta pengembangan fasilitas pelayanan publik diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bogor Timur.

“Kita terus mencoba mencarikan alternatif-alternatif untuk pemerataan pembangunan di wilayah,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top