Nasional

Minimalisir Korban Bencana, 3.408 Siswa Terlibat Aksi Simulasi dan Edukasi Sekolah Tanggap Bencana Bersama Dompet Dhuafa Jawa Tengah

SEMARANG, JAWA TENGAH– Sebanyak 3.408 siswa dari 12 sekolah di Jawa Tengah mengikuti program Sekolah Tanggap Bencana yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pada 28 September hingga 3 Oktober 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut menjangkau sekolah-sekolah di Kota Tegal, Kabupaten Banyumas, Brebes, Jepara, Kendal, Klaten, Grobogan, Kebumen, serta Kota Semarang. Pelaksanaan program dilakukan melalui skema roadshow ke sejumlah daerah dengan menghadirkan materi edukasi dan simulasi kebencanaan secara langsung.

Dalam program ini, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi gempa bumi, pemadaman api ringan, simulasi penyelamatan diri saat gempa bumi, serta kesiapsiagaan menghadapi banjir dan tanah longsor. Materi disampaikan melalui sesi edukasi dan praktik lapangan agar siswa tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mengetahui tindakan yang tepat ketika situasi darurat terjadi.

Baca juga  PLN Peduli Kolaborasi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Resmikan Program Pendidikan Literasi Untuk Ekonomi Digital Desa Berdaya

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikan, mengatakan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mengurangi risiko bencana.

“Kami berharap melalui program ini para peserta memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana yang terjadi. Tingkat kesiapsiagaan yang semakin tinggi akan memberikan peluang keselamatan masyarakat menjadi semakin tinggi,” ujar Zaini.

Fasilitator DMC Dompet Dhuafa, Syaiban, menjelaskan bahwa penyampaian materi disesuaikan dengan karakteristik lingkungan sekolah dan usia peserta. Penyesuaian tersebut dilakukan agar siswa dapat memahami potensi ancaman di sekitarnya sekaligus menerapkan prosedur penyelamatan diri secara tepat.

“Seluruh materi yang kami sampaikan pada pelaksanaan program ini menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan bencana yang berpotensi dihadapi oleh para siswa. Hal ini guna memberikan pemahaman dan sikap yang tepat untuk dilakukan ketika bencana alam tiba-tiba menimpa mereka,” kata Syaiban.
Program Sekolah Tanggap Bencana dilaksanakan secara gratis. Sekolah yang mengikuti program ini sebelumnya melalui proses asesmen untuk memastikan kesesuaian penerima manfaat, termasuk mempertimbangkan tingkat kerawanan bencana di lingkungan sekolah.

Baca juga  RS Hasyim Asy’ari Tebuireng Gelar Layanan Kesehatan Gratis, Kenalkan Fasilitas Terlengkap Hingga Program Bagi Pasien Dhuafa

Melalui program tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama DMC Dompet Dhuafa berharap semakin banyak sekolah yang memiliki pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Upaya edukasi sejak dini diharapkan dapat membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat keselamatan warga sekolah.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top